"Salam Papeda" dari Khofifah untuk Warga Papua

Khofifah Indar Parawansa. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Aries Sudiono / FMB Jumat, 23 Agustus 2019 | 10:02 WIB

Malang, Beritasatu.com - Staf khusus (Stafsus) Menko Polhukam, Brigjen Pol Erwin Chahara, menemui Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, di Kota Malang, Rabu (21/8/2019) malam. Utusan Menteri Wiranto itu datang guna keperluan membahas masalah di Papua yang disebut-sebut terpicu aksi bentrok di simpang empat Rajabali, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, beberapa waktu yang lalu.

Lebih dari dua jam Erwin Chahara berbincang dengan Sutiaji dan AKBP Asfuri guna memastikan kronologis peristiwa dan langkah-langkah strategis agar kasus serupa tidak terulang lagi di daerah, terutama di kota-kota tempat para mahasiswa Papua menuntut ilmu di Jatim.

“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga situasi kondusif di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah, mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten-kota juga melakukan upaya yang sama,” ujar Erwin menjawab pertanyaan wartawan usai menggelar pertemuan. kepada wartawan.

Diungkapkan Erwin, bahwa penyelesaian Papua itu tidak bisa diselesaikan secara parsial sehingga semua pihak harus terlibat aktif, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum serta masyarakat itu sendiri. Menurutnya, semua harus bahu-membahu menciptakan suasana kondusif di kotanya masing-masing. Semua ini harus dibangun bersama kekuatan masyarakat, tandas Erwin. Konkretnya, kata dia, tiap-tiap daerah akan diadakan kegiatan yang bersifat kolaboratif, antarmahasiswa lintas daerah.

“Misalnya, berupa pengenalan budaya masing-masing, sehingga isu-isu buruk bisa ditangkal lebih dini tanpa menunggu peristiwa yang merugikan,” ujar Erwin.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, untuk mempercepat penyelesaian konflik, pihaknya akan mengumpulkan semua mahasiswa dari luar Kota Malang, khususnya mereka dari daerah Papua, untuk hadir dalam agenda diskusi bersama. "Kita cari waktu dan tempat yang pas untuk membahas dalam pertemuan kekeluargaan itu,” ujar Sutiaji.

Wali Kota Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko, sebelumnya secara terbuka atas nama pribadi, Pemkot dan warga Kota Malang, menyampaikan permintaan maaf jika dalam insiden di simpang empat Jalan Rajabali lalu melukai warga Papua. Aksi saling lempar batu itu terjadi karena dua kelompok antara komunitas mahasiswa Papua dengan warga terjadi akibat kesalahpahaman semata.

“Kelompok mahasiswa Papua memenuhi Jalan Simpang Empat Rajabali dalam rangka menggelar aksi demo ke Balai Kota Malang, sementara warga pengguna jalan dan penduduk kawasan setempat merasa terganggu aktivitas ekonominya. Itu saja,” ujar Sutiaji sambil menambahkan, karena sama-sama terpancing emosi, terjadi saling lempar batu. Insiden itu berhasil diredam setelah Polri turun tangan.

Salam Papeda
Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui instagramnya menyampaikan ‘Salam Papeda’ kepada seluruh masyarakat Papua, Kamis (22/8/2019). Salam yang menggunakan bahasa Papua itu dmaksudkan untuk mengajak secara bersama-sama antara warga dan tokoh Jatim bersama warga dan tokoh adat di Papua, menjaga tali persaudaraan dengan penuh damai.

Dalam unggahan instagram @khofifah.ip itu tertulis; “Sa yakin, masyarakat Papua dorang di sana cinta Indonesia”.

Bahkan dalam video berisi ajakan (mewujudkan kembali perdamaian) serta visualisasi Khofifah memeluk seorang Mama (Ibu) asal Papua yang menyerukan pro-NKRI dengan mengangkat replika bendera Merah Putih. “Dorang cinta Merah Putih. Sa yakin, pace, mace, kaka dan ade, dorang semua tra mau Papua rusuh. Mari torang jaga Indonesia tetap damai. Ta usah bakalai, pertikaian, permusuhan dan anarkhisme di tanah Papua. Mari torang samua tetap pegang teguh torang pu motto PAPEDA (Papua Penuh Damai). Salam Papeda dari masyarakat Jawa Timur,” tandas Khofifah. 



Sumber: Suara Pembaruan