Aplikasi Qlue Resmi Diimplementasikan di Kota Kupang

Aplikasi Qlue Resmi Diimplementasikan di Kota Kupang
Qlue, aplikasi pelaporan warga, resmi diimplementasikan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). ( Foto: Ist )
Emanuel Kure / FMB Jumat, 23 Agustus 2019 | 14:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Qlue, aplikasi pelaporan warga, resmi diimplementasikan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran Qlue di Kota Kupang, diharapkan dapat meningkatkan layanan publik Pemerintahan Kota (Pemkot) Kupang, sehingga Kota Kupang bisa menjadi kota yang modern, dan menjadi kota cerdas (smart city).

Founder & Chief Executive Officer (CEO) Qlue, Rama Raditya mengatakan, Qlue telah mendapatkan dukungan dari GSM Association (GSMA) untuk fokus mengembangkan solusi smart city di tiga kota, yaitu Kupang, Makassar, dan Bandung.

Di Kota Kupang, lanjut Rama, Qlue menawarkan berbagai solusi teknologi mulai dari Smart City Dashboard, CCTV Integration and Analysis, hingga QlueWork, yaitu fitur Qlue yang berguna untuk meningkatkan koordinasi antar-instansi yang efektif.

“Qlue hadir memberikan solusi smart city yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat Kupang dalam membangun Kupang Smart City. Solusi teknologi Qlue memudahkan masyarakat untuk melaporkan berbagai masalah lingkungan dan sosial dengan menggunakan ponsel pintar,” kata Rama melalui siaran pers, Jumat, (23/8/2019).

Menurut Rama, melalui platform Qlue, Pemkot Kupang dapat semakin cepat menerima laporan warga serta memetakan potensi permasalahan yang ada di kota tersebut dalam satu dashboard.

Semua data yang terkumpul dalam dashboard akan memudahkan Pemkot Kupang untuk merumuskan kebijakan dalam pembangunan kota.

Qlue juga menyediakan platform berbasis Artificial Intelligence (kecerdasan buatan/AI), Internet of Things (IoT), serta integrasi data yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi dalam menangani permasalahan kota.

“Kami siap berkolaborasi lebih jauh dengan Kota Kupang melalui penerapan berbagai solusi smart city Qlue agar ekosistem smart city di Kota Kupang menjadi semakin lengkap,” kata Rama.

Sementara, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, menjelaskan, Kupang Smart City adalah salah satu programnya untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program pembangunan, dan transformasi menuju kota cerdas.

Untuk itu, Pemkot menggandeng Qlue sebagai platform dalam rangka mengoptimalkan pelayanan publik.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang akan mendapatkan data yang akurat untuk merumuskan kebijakan, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang.

“Kami menargetkan pengguna aplikasi Qlue di Kota Kupang mencapai 22.000 pengguna dengan jumlah laporan masyarakat yang masuk melalui Qlue mencapai 30.000 laporan hingga akhir tahun. Untuk itu, saya berharap dan mengajak seluruh masyarakat kota Kupang untuk dapat memanfaatkan dengan baik Qlue dalam mewujudkan Kupang Smart City,” ujar Jefri.

Nantinya, seluruh laporan masyarakat akan masuk ke dalam dashboard Kupang Smart City yang dioperasikan oleh Pemerintah Kota Kupang dan secara otomatis diteruskan kepada tim operasional di lapangan untuk ditindaklanjuti.

Laporan masyarakat yang masuk juga akan menjadi data yang berharga bagi Pemerintah Kota Kupang, untuk menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan pembangunan kota.

“Untuk itu, saya mengajak warga untuk dapat berpartisipasi aktif melaporkan berbagai masalah lingkungan dan sosial dalam mewujudkan Kupang Smart City,” pungkas Jefry.

Sebagai informasi, Qlue saat ini telah hadir di 15 kota dan lebih dari 50 institusi lintas industri, mulai dari pemerintah daerah dan pusat, properti/kota satelit, keamanan, konstruksi, bantuan pascabencana dan lain-lain.



Sumber: Suara Pembaruan