KKB Papua Berulah, Satu Tewas dan Satu Polisi Luka

KKB Papua Berulah, Satu Tewas dan Satu Polisi Luka
Prajurit TNI berdoa sebelum menaiki helikopter dengan tujuan di Wamena, Papua, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ( Foto: Antara / Iwan Adisaputra )
Farouk Arnaz / CAH Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mulai kembali berulah. Di tengah rangkaian rusuh di Papua Barat mereka mengambil kesempatan.

“Jadi Kamis itu ada laporan masyarakat tentang letusan senjata api di Wamena tepatnya di Pasar jimawa. Hari ini Polres Jayawijaya menyelidiki dan ditemukan kelompok masyarakat bawa senjata, diduga kelopok kriminal bersenjata (KKB),” kata Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jumat (23/8/2019).

Kapolres, dandim, dan danyon lalu melakukan pengejaran dan mengepung lima orang KKB ini. Terjadi baku tembak karena mereka melawan dimana satu orang KKB tewas dan empat orang melarikan diri sambil menembak ke petugas.

“Sekarang mereka masih dikejar. Satu polisi tertembak luka, dirawat, dan satu orang Satpol PP juga luka, kena tembak di bagian kaki,” urainya.

Seperti diberitakan rangkaian rusuh dipicu saat aparat dan ormas meneriakan sejumlah kata “kebun binatang” saat mereka menangkap mahasiswa asal bumi Cendrawasih itu di Surabaya pada Jumat (16/8).

Mereka ditangkap dengan dugaan perusakan bendera dan penangkapan itu diwarnai gas air mata.

Para mahasiswa mengaku tak tahu menahu atas rusaknya bendera itu dan belum ada bukti yang menyatakan mahasiswa merusak bendera.

Akhirnya mereka dilepaskan pada 17 Agustus tengah malam. Namun hinaan dan ditambah kabar hoax itu telah membakar masyarakat Papua.



Sumber: BeritaSatu.com