Inovasi World English Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris

Inovasi World English Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris
World English, salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di wilayah Kampung Inggris Pare Kediri. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 25 Agustus 2019 | 16:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kemampuan dan penguasaan bahasa Inggris menjadi keharusan, seiring dengan pesatnya era globalisasi. Hal tersebut membuktikan, belajar bahasa Inggris merupakan aktivitas yang menjadi kebutuhan primer, yang tidak bisa dipisahkan dengan manusia saat ini.

Baca Juga: Ini Kendala Utama Belajar Bahasa Inggris

Mengusung tema Fun & Kece, World English (WE) yang merupakan salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di wilayah Kampung Inggris Pare Kediri, menjadi yang paling diminati oleh pendaftar untuk mempelajari bahasa Inggris.

Marketing Communication World English, Lefrian Dinata, mengatakan, biasanya hanya 80 hingga 120 pendaftar di World English setiap bulannya. Belakangan, angka tersebut meningkat tiga kali lipat menjadi 270 hingga 300 pendaftar.

"World English optimistis jumlah pendaftar akan terus meningkat. Hal itu mengacu pada perbaikan kualitas pengajaran dan upgrading system, sehingga materi pelajaran dapat tersampaikan dengan maksimal," ungkap Lefrian kepada Beritasatu.com, Minggu (25/8/2019).

Lebih jauh, Lefrian menjelaskan, peningkatan jumlah peminat yang mendaftar tersebut terjadi di periode reguler atau bukan periode liburan. "Selama periode liburan, World English sendiri optimistis dengan target 700 pendaftar," tambahnya.

Menurut Lefrian, di tahun 2019 ini, World English mengubah nama program yang sebelumnya bernama Integrated menjadi Integrated Speaking. Program tersebut, lebih menitikberatkan pengembangan kemampuan berbicara (speaking) bahasa Inggris dengan menggunakan grammar yang baik dan benar.

"Jadi, belajar speaking itu bukan hanya sekedar berbicara dalam bahasa Inggris saja. Namun, harus mengetahui grammar, pronunciation, dan di tunjang dengan vocabulary. Pemaksimalan tersebut dilakukan dengan cara, peserta belajar wajib tinggal di camp yang telah di tentukan dari lembaga," tandas Lefrian.



Sumber: BeritaSatu.com