Boyolali Pecahkan Rekor Baca Pancasila Serentak

Boyolali Pecahkan Rekor Baca Pancasila Serentak
Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat (dua dari kanan) saat menerima piagam dari Museum Rekor Dunia Indonesia untuk kegiatan pembacaan teks Pancasila serentak dengan peserta terbanyak di Alun Alun Kidul Boyolali, Minggu 25 Agustus 2019. ( Foto: Antara / Bambang Dwi Marwoto )
/ YUD Minggu, 25 Agustus 2019 | 16:25 WIB

Boyolali, Beritasatu.com - Sebanyak 37.449 warga memecahkan rekor pembacaan teks Pancasila serentak dengan peserta terbanyak di Alun-alun Kidul Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Boyolali, Minggu (25/8/2019).

Para peserta yang terdiri atas masyarakat umum dan pelajar membaca teks Pancasila bersama setelah kegiatan senam massal dan deklarasi Boyolali Bersatu yang dihadiri oleh Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

M Said mengajak seluruh peserta, termasuk pelajar asal Papua yang menuntut ilmu di Boyolali, serentak membacakan teks Pancasila dalam kegiatan tersebut, yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai dasar negara dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagaimana membumikan dan menggemakan Pancasila, sehingga dasar negara ini mampu dipahami dan dijalankan dalam nilai kehidupan," katanya.

Sri Widayati selaku Manajer Senior Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) menyerahkan piagam atas keberhasilan Boyolali melibatkan 37.449 orang dalam kegiatan pembacaan teks Pancasila secara serentak dengan peserta terbanyak.

Ketua panitia penyelenggara Agus Santoso menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Boyolali.

Menurut dia, tahun 2019 Germas Kabupaten Boyolali menetapkan sembilan model Germas, termasuk Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani yang dinobatkan sebagai model untuk "konsumsi buah dan sayur setiap hari".

Wiwis mengatakan, konsumsi buah dan sayuran membuat tubuh bugar dan jauh dari berbagai penyakit.



Sumber: ANTARA