Densus 88 Antiteror Amankan Satu Keluarga di Madiun

Densus 88 Antiteror Amankan Satu Keluarga di Madiun
Ilustrasi penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Antiteror. ( Foto: Antara / Adeng Bustomi )
Aries Sudiono / CAH Senin, 26 Agustus 2019 | 07:50 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan satu keluarga terduga teroris, Yunus Trianto (41) dan istrinya, dari Dusun Klicang Wetan RT-66/RW-10, Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (25/8/2019). Yunus Trianto sehari sebelumnya, ditangkap massa saat kepergok merampok Toko Emas Dewi Sri di Jalan Raya Tebon, Kabupaten Magetan, Sabtu (24/8/2019) pagi.

Terduga teroris itu beraksi seorang diri dengan membawa senjata tajam berupa celurit, senjata api mainan dan bom rakitan. Pelaku sempat diamuk massa sebelum diserahkan ke polisi.

Selain membawa Yunus Trianto dan istrinya, Densus juga menggeledah rumah milik terduga teroris itu di Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Madiun. Sekarang ini rumah itu dikelilingi garis polisi (police line). Densus sebelumnya juga menggeledah kios dan gudang milik Yunus Trianto di kawasan Pasar Sumur Tiban, Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabuaten Madiun. Seluruh pintu kios terkunci gembok dan dipasang police line sehingga selain petugas Densus dilarang membuka karena masih dalam penyelidikan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (26/8/2019) tadi pagi mengungkapkan, bahwa dalam catatan kepolisian Polres Madiun, terduga teroris Yunus Trianto yang merampok toko emas di Magetan itu pernah terlibat kasus penusukan Bupati Madiun Muhtarom, pada 2009 yang silam dengan menggunakan obeng. Yusun Trianto menusuk perut Bupati dengan alasan kecewa atas janji kampanye Muhtaorm bakal segera mengaspal jalan desa tempatnya bermukim yang tidak direalisasikan. Beruntung bupati hanya mengalami luka gosong dan tidak tembus ke perutnya.

Sementara itu sebelumnya, Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Rifai menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan seorang saksi mata Wahyu Satrio di lokasi sekitar toko emas yang dirampok, mengatakan, bahwa pelaku beraksi bersama seorang temannya yang berhasil kabur. Pihaknya kini mem-back up Densus 88 untuk mengembangkan dugaan aksi perampokan yang melibatkan terduga teroris di Kabupaten Magetan itu terkait dengan kepentingan memenuhi ketersediaan dana operasional teror selama ini.



Sumber: Suara Pembaruan