Iluni UI Tuntaskan Program Bantuan Gempa Sulteng

Iluni UI Tuntaskan Program Bantuan Gempa Sulteng
Koordinator Program Community Development untuk Palu, Sigi dan Donggala, Endang Mariani (tengah) memberi plakat simbolik donasi kepada Ketua Harian ILUNI UI Wilayah Sulawesi Tengah Dr. Abdullah, disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola (kanan), sebagai tanda Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) secara resmi mengakhiri seluruh kegiatan sosialnya untuk membantu pemulihan korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sigi, dan Donggala, setelah 10 bulan ikut mendampingi para korban bencana. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 26 Agustus 2019 | 19:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Datang paling awal, pulang paling akhir, merupakan prinsip Community Development Center (CDC) Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) dalam menjalankan program Iluni UI Peduli yang terintegrasi dengan program UI Peduli, ketika memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat penyintas bencana.

Ketua Umum Iluni UI, Arief B Hardono, menyatakan, dalam menjalankan program kemanusiaan, program CDC bisa disebut merupakan organisasi yang pulang paling akhir.

"Prinsipnya, kami berupaya datang paling awal dan pulang paling akhir," kata Arief dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (26/8/2019).

Arief mengatakan, demikian pula yang terjadi ketika tiga wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) yaitu Palu, Sigi dan Donggala diguncang bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami. Iluni UI langsung hadir di awal masa tanggap darurat, pada tahapan kritis, serta di saat-saat penyintas bencana membutuhkan bantuan.

"Saat itu, kami bekerja sama dengan Iluni UI wilayah Sulteng, Iluni UI wilayah Kalimantan Timur dan RSCM-FKUI, untuk memberikan bantuan sejak H+2. Baik berupa tenda, kebutuhan hidup dan logistik lain, serta penanganan medis dan kesehatan bekerja sama dengan Emergency Medical Team RSCM dan FKUI, Dinas Kesehatan Provinsi, Kota dan Kabupaten, serta Rumah Sakit setempat," jelas Arief.

Menurut Arief, upaya yang dilakukan Iluni UI tersebut bisa dilakukan dengan kolaborasi filantropis yang melibatkan banyak pihak.

"Gala Dana 100 Biduan dan 100 Hits untuk Palu, Sigi dan Donggala, yang diketuai oleh ibu Loemongga Kartasasmita, digelar pada 5 Oktober 2018, di prakarsai Kadri Mohamad alumni UI serta Komunitas Biduan yang dikomandani oleh Adib Hidayat, mendapat dukungan penuh dari Triawan Munaf, Kepala Bekraf,” ujar Arief.

Adapun nilai donasi yang terkumpul mencapai Rp 19 miliar, seluruhnya disalurkan untuk masyarakat penyintas bencana di Palu, Sigi dan Donggala, melalui berbagai program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan dengan penuh kesungguhan.

Koordinator Program Iluni UI Peduli, Endang Mariani, mengatakan, program ini direncanakan secara sistematis, berkesinambungan dan terukur. Secara garis besar, program terbagi dalam empat tahap dengan fokus prioritas yang berbeda.

"Di masa Tanggap Darurat, Iluni UI memberikan dukungan tempat berteduh sementara, penanganan medis, logistik, bahan pokok dan dapur umum di kantong-kantong pengungsian. Penyediaan sarana umum berupa MCK dan sarana air bersih juga dilakukan. Dukungan psikologis awal juga diberikan dengan melibatkan alumni Fakultas Psikologi UI. Selain itu, alumni Menwa UI terlibat sebagai tim advance yang memiliki semua ketrampilan yang dibutuhkan," jelas Endang Mariani.

Arief menambahkan, pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, Iluni UI mulai membangun hunian sementara. Tipe pertama adalah unit tunggal yang diberi nama Antara, yang dirancang khusus oleh Iluni Arsitek UI.

"Antara memiliki kelebihan dapat didirikan hanya dalam waktu sekitar empat jam secara knock down, dapat dipindah-pindah, dan dapat didirikan sendiri oleh masyarakat, setelah mendapatkan pelatihan dan supervisi. Antara dapat digunakan sampai dengan dua tahun. Tipe kedua adalah unit komunal, berupa Huntara sesuai arahan Kempupera," jelasnya.

Arief mengatakan, Iluni UI juga memberikan dukungan serta pendampingan psikososial dan psikoedukasi, berbasis sekolah, keluarga dan masyarakat secara lengkap. Bukan hanya di bidang pelayanan kesehatan dalam bentuk bakti sosial, melainkan juga di bidang pendidikan dengan melakukan berbagai kegiatan pemberian motivasi melalui parenting, program khusus remaja, program belajar Ceria, kelas inspirasi, pelatihan guru, hingga Edufair yang melibatkan para alumni penerima Beasiswa LPDP.

Memasuki tahap pemulihan dan normalisasi pasca bencana, Iluni UI melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan berbagai pelatihan dan workshop yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Di antaranya yang sudah dan sedang berjalan adalah pembuatan tortila 'Tori Sigi' dan piring lidi. Adapun budidaya ikan air tawar di dalam keramba, sebentar lagi akan memasuki usia panen. Tidak berhenti sampai di sini, berbagai program pelatihan lain akan segera dilakukan, seperti pembuatan VCO dan pemberdayaan di sektor pertanian lainnya,” tandas Arief.



Sumber: BeritaSatu.com