Dua Balita Ditemukan Tewas dalam Penampungan Air Hujan

Dua Balita Ditemukan Tewas dalam Penampungan Air Hujan
Orang tua kedua balita meratapi kepergian anaknya di RSU Kabanjahe, Sumatera Utara, Senin, 26 Agustus 2019. ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / JEM Selasa, 27 Agustus 2019 | 07:25 WIB

Medan, Beritasatu.com - Dua balita ditemukan orang tuanya tewas dalam bak penampungan air hujan yang berada di tengah lahan pertanian atau ladang di Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut). Lokasi persisnya sekitar 160 kilometer dari Medan, Ibu Kota Sumut.

Kedua balita malang itu adalah Anessya Nella Boru Manullang (4) yang merupakan buah hati pasangan Amri Manullang (31) dan istrinya, Siti Ayu Beru Tarigan (29). Seorang balita lagi bernama Japane Latersia Beru Barus berusia satu tahun enam bulan adalah anak dari pasangan Chandra Barus (23) dan Reta Ulina Beru Tarigan.

Kedua bali ditemukan tewas di bak penampungan air hujan, Senin (26/8/2019), yang lokasinya kejadian tidak jauh dari tempat tinggal orang tua korban.

"Kedua bayi malang itu, salah satunya ditemukan tewas dalam keadaan mengambang. Satu bayi lagi ditemukan tewas di dasar bak penampungan air hujan. Keduanya tewas dalam satu wadah," ujar Kapolsek Simpang Empat, Iptu Dedy S Ginting di lokasi kejadian.

Dedy mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan di balik tewasnya dua balita di bak penampungan air hujan tersebut. Polisi sedang meminta keterangan orang tua dari bayi malang itu. Saat kejadian, hanya Amri Manullang bersama istrinya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian tersebut.

Siti yang merupakan ibu dari Anessya Nella menyampaikan, saat kejadian, ia bersama suaminya sedang bekerja di ladang. Mereka meninggalkan anaknya bersama dengan anak keluarganya itu di dalam gubuk. Lokasi mereka berladang dengan gubuk itu berjarak sekitar 100 meter.

"Kami sedang bertani. Namun, tiba - tiba seperti ada sesuatu yang mengusik ketenanganku. Meski tidak nampak secara kasat mata, ada yang menyuruhku untuk melihat anakku. Saya semakin gelisah dan langsung menuju gubuk. Firasat itu ternyata benar, saya melihat anak keluargaku sudah mengambang," katanya.

Siti langsung menangis dan menjerit sehingga membuat suaminya maupun warga lainnya berdatangan. Bersama dengan suaminya, Siti kemudian mencari bayinya di dalam gubuk namun tidak ditemukan. Mereka kemudian melihat kembali bak penampungan air hujan, dan mendapatkan anaknya sudah tenggelam di dasar bak.

Kedua balita malang itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe. Sayangnya, tim medis menyampaikan bahwa kedua balita malang itu sudah tiada.



Sumber: Suara Pembaruan