Dekat Selat Makassar, Kaltim Lebih Berpotensi Gempa

Dekat Selat Makassar, Kaltim Lebih Berpotensi Gempa
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) dan pejabat terkait (dari kiri) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin 26 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Oktaviana Maria / ANA Selasa, 27 Agustus 2019 | 21:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu alasan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur (Kaltim) adalah risiko bencana yang minimal. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo saat mengumumkan lokasi ibu kota yang baru pada Senin (26/8/2019) kemarin.

Jokowi menyebut risiko bencana di Kaltim minim seperti banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor.

Peneliti Geoteknologi LIPI Danny Hilma Natawijaya mengatakan walaupun dikatakan minim tetapi ada potensi terjadinya gempa dan tsunami di Kaltim. Selain itu, ada potensi kebakaran karena terdapat tambang batu bara dan lahan gambut di Kaltim.

Danny menjelaskan terdapat patahan aktif di Selat Makassar yang memisahkan Kalimantan dan Sulawesi. Patahan ini berpotensi terjadinya gempa bermagnitudo 7 Skala Richter (SR) bahkan lebih.

Lebih lanjut, Danny menyebut sudah pernah terjadi gempa di bermagnitudo 6,7 SR di wilayah Majene, Sulawesi Barat yang disebabkan patahan dari Selat Makassar.

"Paling dekat dengan wilayah Balikpapan itu di Selat Makassar, ada satu jalur patahan sesar naik yang seperti di gempa Lombok. Itu cukup besar. Jadi mulai dari selatan Kalimantan sampai ke di dekat Palu situ. Dan potensinya secara umum bisa magnitudo tujuh atau lebih dan sudah pernah ada kejadiannya di wilayah Majene" ujar Danny kepada Beritasatu TV saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (26/8/2019).

Menurut Danny, ada wilayah lain yang lebih minim risiko bencana dibandingkan dengan Balikpapan, misalnya di Jambi dan Pekanbaru.

"Kalau disebut minim, ada juga yang lebih minim. Misalnya, di timur Sumatera di Jambi dan Pekanbaru itu lebih bebas gempa dan tsunami dibanding Balikpapan" tambah Danny.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV