Wapres: Dasari Kemajuan Bangsa dengan Iptek dan Inovasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wapres: Dasari Kemajuan Bangsa dengan Iptek dan Inovasi

Rabu, 28 Agustus 2019 | 12:35 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / CAH

Denpasar, Beritasatu.com - Kemajuan bangsa harus selalu didasari ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Namun iptek dan inovasi yang dimaksud haruslah memberi nilai tambah dan bermanfaat bagi bangsa, bukan sekadar memenuhi lemari atau perpustakaan.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam puncak peringatan hari kebangkitan teknologi nasional (Hakteknas) ke-24 di Denpasar, Bali, Rabu (28/8/2019).

Hakteknas ke-24 tahun 2019 ini mengambil tema Iptek dan Inovasi Dalam Industri Kreatif 4.0.

"Semua inovasi adalah kemajuan untuk masa depan bangsa," katanya.

Riset dan inovasi yang dihasilkan harus memberi nilai tambah, efisiensi, biaya lebih murah, waktu lebih cepat dan memperbesar produktivitas. Hal itu harus dilakukan untuk memenangkan persaingan di dunia khususnya di Asia.

Kemajuan lanjutnya, selalu didasari nilai tambah yang berdasarkan teknologi, efisiensi, cara kerja dan sistem.

"Semua teknologi itu berasal dari pendidikan. Oleh karena itu pendidikan harus lebih maju dan baik dari tahun ke tahun," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla yang sudah empat kali menghadiri peringatan Hakteknas berharap pameran teknologi yang dipamerkan bukan teknologi yang dua atau tiga lalu sudah pernah dipamerkan.

"Teknologi itu sesuatu yang berkembang karena itu tidak bisa dimulai dari nol terlalu lama," ujarnya.

Oleh karena itu Jusuf Kalla mengingatkan, jangan terbatas dari upacara peringatan semata. Tidak bisa maju dengan upacara seperti ini saja.

"Kita lupa banyaknya ke acara padahal kemajuan ada di laboratorium bukan di upacara. Selain itu, berpikir maju ke depan (futuristik) diperlukan. Jika hanya melihat ke belakang maka tak ubahnya museum," paparnya.

Sejarah lanjutnya dapat dijadikan pengalaman. Tapi memang dibutuhkan masa depan dan butuh inovasi teknologi untuk itu. Inovasi juga harus menyentuh pelayanan atau sistem seperti Traveloka, itu bentuk inovasi pelayanan.

Saat ini masih ada impor beras, diperlukan riset dan inovasi di bidang pangan, daging masih impor perlu inovasi peternakan. Selain itu juga butuh inovasi manufaktur.

Menurutnya, suatu inovasi menjadi bermakna apabila dikomersilkan dan jangan memenuhi lemari. Dibutuhkan banyak perubahan budaya untuk maju termasuk di dalamnya riset. Hal ini untuk meningkatkan mutu dan budaya bangsa.

Peringatan Hakteknas diawali penerbangan N250 tahun 1997 namun sekarang tidak diproduksi. Ia pun mendorong apa yang diriset harus mengarah pada komersialisasi. Oleh karena itu butuh keterlibatan industri.

Global Innovation Index Indonesia pun masih di urutan 85. Ia pun berharap posisinya bisa berubah menjadi 50 lebih baik dari Filipina dan Thailand.

Dalam kesempatan itu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan, hakekat Hakteknas untuk menghargai kreativitas komponen bangsa dalam mengembangkan iptek dan inovasi sebagai penggerak pembangunan nasional.

Oleh karena itu dilakukan kolaborasi antar pihak baik pusat maupun daerah dalam mengembangkan iptek dan inovasi.

"Rekonstruksi kebijakan, kelembagaan iptek dibuat dan adaptif terhadap revolusi industri 4.0," kata Nasir.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Sempatkan Naik Perahu untuk Sapa Warga di Seberang Sungai

Jokowi menyempatkan diri menaiki perahu rakyat untuk menyeberangi sungai demi menyapa warga secara langsung yang ada di seberang sungai.

NASIONAL | 23 September 2021

Menag Rilis Buku Pedoman Penguatan Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan

Penguatan Moderasi Beragama menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama (Kemag) di bawah kepemimpinan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

NASIONAL | 23 September 2021

Kemendikbudikti Siapkan Mobil PJJ Kampus Merdeka dan Vaksinasi untuk Mahasiswa Daerah 3T

Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek menyiapkan Mobil Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kampus Merdeka dan Mobil Vaksinasi.

NASIONAL | 23 September 2021

1.296 Satuan Pendidikan Jadi Klaster Covid-19

Sebanyak 1.296 satuan pendidikan menjadi klaster Covid-19. Jumlah ini relatif kecil atau hanya 2,8% dari total 46.580 satuan pendidikan yang menggelar PTM.

NASIONAL | 23 September 2021

Manggarai Raya Bertekad Bebaskan ODGJ dari Pasung

Tiga kabupaten di Manggarai Raya bertekad membebaskan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari pasung.

NASIONAL | 23 September 2021

KPK Akan Dalami Peran Bos Bank Panin Mu'min Ali di Perkara Suap Pajak

KPK pastikan akan mendalami setiap fakta baru yang muncul dalam persidangan perkara dugaan suap dengan terdakwa dua mantan pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno.

NASIONAL | 23 September 2021

Kunker ke Cilacap, Presiden Jokowi Tanam Mangrove hingga Lepas Tukik

Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah untuk menanam mangrove, meninjau vaksinasi, dan melepas tukik.

NASIONAL | 23 September 2021

Peran Guru Semakin Besar Bentuk Karakter Bangsa di Era Digitalisasi

Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi, peran guru semakin besar dalam menjaga dan membentuk karakter bangsa.

NASIONAL | 23 September 2021

Irjen Pol Napoleon Bonaparte Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencucian Uang

Bareskrim menetapkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 September 2021

Kemendikbudristek: Baru 42% Sekolah di PPKM Level 1-3 Gelar PTM Terbatas

SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa Covid-19 menetapkan satuan pendidikan menyediakan pilihan layanan PTM terbatas dengan prokes.

NASIONAL | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Teten: UMKM Harus Terus Bergerak di Tengah Pandemi Covid-19

Teten: UMKM Harus Terus Bergerak di Tengah Pandemi Covid-19

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings