Kapolda Bali Minta Mahasiswa Unwar Ikut Menjaga KNRI

Kapolda Bali Minta Mahasiswa Unwar Ikut Menjaga KNRI
Mahasiswa baru. ( Foto: Antara )
I Nyoman Mardika / JEM Rabu, 28 Agustus 2019 | 14:38 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengajak para mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) sebagai generasi milenial untuk ikut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, kata Kapolda Bali, mahasiswa harus berani melawan paham radikalisme, terorisme, dan paham-paham lain yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Mahasiswa Unwar harus menjadi pelopor untuk meningkatkan semangat kebangsaan dan menjaga NKRI," kata Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose saat memberikan kuliah umum mengenai "Konsensus Dasar Kebangsaan Sebagai Pilar Mempertahankan Persatuan & Kesatuan Bangsa"di kampus Unwar di Denpasar, Rabu (28/8/2019).

Kuliah umum dihadiri kurang lebih 3.500 mahasiswa baru Universitas Warmadewa yang mengikuti program pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PPKMB) Reguler A. Acara PPKMB yang berlangsung hingga Kamis (30/8/2019).

Seusai memberikan kuliah umum, Kapolda Bali Golose menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Universitas Warmadewa karena telah memberikan kesempatan untuk memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai empat konsesus dasar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. kepada mahasiswa baru di universitas tersebut.

''Saya ingin generasi muda mengetahui, menguasai, dan mencintai empat konsesus dasar bangsa Indonesia tersebut karena  nilai-nilai ini sangat penting sebab di dalamnya ada nilai Ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi, kesatuan wilayah, dan nilai keadilan yang bisa membentengi bangsa kita.

Ia berharap dengan mengetahui dan mencintai nilai-nilai konsesus dasar ini, maka generasi muda akan bisa membentengi bangsa Indonesia dari berbagai ancaman disintegrasi. Mahasiswa juga tidak akan mudah terpengaruh dengan berbagai ujaran  kebencian yang tidak mendasar dilakukan orang-orang yang menginginkan perpecahan bangsa. Dengan demikian diharapkan tujuan Presiden RI untuk mencapai SDM unggul tahun 2019-2024 bisa tercapai.

''Saya juga berharap ke depan Universitas Warmadewa menambah kader dan pendekar Pancasila yang siap menjaga NKRI dan mempertahankan semboyan Bhineka Tunggal Ika sehingga membawa pengaruh positif di dunia pendidikan,'' ujarnya.

Sementara Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali AA Gede Oka Wisnumurti mengatakan, apa yang disampaikan Kapolda Bali menjadi tantangan bagi Universitas Warmadewa tentang bagaimana mahasiswa khususnya mahasiswa baru bisa mengimplentasikan materi yang disampaikan.

''Intinya bagaimana Universitas Warmadewa ini bisa menjadi kampus yang toleran dan tentu antiradikalisme dan kampus yang memberikan kesempatan pada siapapun untuk menjalani pendidikan di sini,'' ujarnya.

Ia mengatakan, Universitas Warmadewa juga diharapkan bisa menanamkan ideologi, nasionalisme, rasa kebangsaan dalam kehidupan kampus sehingga mahasiswa tidak hanya belajar mengenai keilmuan tetapi juga belajar soal tolerasi, gotong royong, kekeluargaan dan belajar mengenai nasionalisme.

''Apalagi Universitas Warmadewa adalah kampus multikultur dimana mahasiswanya berasal dari hampir semua provinsi yang ada di Indonesia. Sehingga menjadi sebuah kebanggaan dan bisa menjunjung nilai perbedaan dan nilai kebersamaan,'' imbuhnya.

Rektor Universitas Warmadewa Prof Dewa Putu Widjana menambahkan dalam menerapkan empat nilai konsesus dasar bangsa Indonesia di kehidupan kampus, dapat kembali pada kepada kurikulum sebagai dasar dalam mencerdaskan mahasiswa.

''Kurikulum bukanlah sesuatu yang statis tetapi dinamis. Setiap saat bisa dievaluasi sesuai perkembangan zaman,'' ujarnya.

Ia juga sangat mengapresiasi desain kuliah umum dari Kapolda Bali dan berharap dengan materi yang disampaikan bisa menginspirasi dan motivasi untuk meningkatkan semangat kebangsaan.



Sumber: Suara Pembaruan