2 Penumpang KLM Garuda Jaya Diselamatkan, 7 Masih Hilang

2 Penumpang KLM Garuda Jaya Diselamatkan, 7 Masih Hilang
Ilustrasi kapal tenggelam ( Foto: Istimewa )
John Lory / LES Kamis, 29 Agustus 2019 | 11:43 WIB

Palu, Beritasatu.com - Dua dari sembilan penumpang kapal layar motor (KLM) Garuda Jaya yang karam tenggelam akhir pekan lalu di perairan antara Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Taliabu, Maluku Utara berhasil ditemukan.

Alhamdulillah dua korban lagi sudah ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (26/8/2019) setelah mengapung tiga hari di laut,” kata Humas Basarnas Palu, Fatmawati di Palu, Rabu (28/8/2019) malam.

Dua korban ditemukan selamat itu yakni Jemin Botutihe (28) dan Ajis Abdullah (40). Dengan ditemukannya dua orang korban itu, maka jumlah korban selamat dari tenggelam KLM Garuda Jaya saat ini sebanyak tujuh orang. Sebelumnya, tim SAR gabungan sudah menemukan lima orang selamat masing-masing seorang nakhoda bernama Ali Sadi (36), Kasman (62), Ali Kois (39), La Bobi (36), dan Ali Tama (34). Sedangkan yang belum ditemukan hingga saat ini dan masih dalam pencarian sebanyak tujuh orang lagi.

Fatmawati mengatakan, penemuan dua korban selamat itu diperoleh dari kru kapal motor (KM) Manalagi 01 selanjutnya dilaporkan ke Basarnas Palu melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo.

Setelah menerima laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu yang juga sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Basrano, mengarahkan KN SAR Bhisma ke lokasi penemuan korban guna memastikan jika korban tersebut benar merupakan korban KLM Garuda Jaya.“Informasi penemuan korban kami terima tadi malam dan kedua korban yang ditemukan merupakan korban KLM Garuda Jaya,” kata Fatmawati.

Menurut dia, korban telah dievakuasi KN SAR Bhisma dan saat ini menjalani perawatan di RS Luwuk Banggai.“Korban dalam keadaan selamat, namun agak lemas,” ujarnya.

Keterangan dari nakhoda KM Manalagi 01, pada Senin, dua orang korban KLM Garuda Jaya ditemukan terapung pada lokasi perairan antara Banggai Laut dan Taliabu, Maluku Utara. “Korban Aziz Abdullah ditemukan pada hari Senin sekitar pukul 11.00 Wita, sementara korban Jemin Botutihe ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita,” kata Fatmawati.

Dari keduanya, diperoleh keterangan bahwa saat itu mereka menggunakan alat bantu apung seadanya seperti jeriken. Diketahui, KLM Garuda Jaya rute Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng-Taliabu, Maluku Utara karam di perairan antara Banggai dan Taliabu, Sabtu (24/8/2019). Kapal itu karam setelah mengalami kebocoran akibat cuaca buruk.



Sumber: Suara Pembaruan