Cegah Alih Fungsi Lahan, Jambi Perbaiki Akurasi Data Pertanian Pangan

Cegah Alih Fungsi Lahan, Jambi Perbaiki Akurasi Data Pertanian Pangan
Ilustrasi lahan tebu. ( Foto: antaranews )
Radesman Saragih / JEM Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:16 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memperbaiki akurasi data luas areal pertanian tanaman pangan sebagai salah satu upaya mempertahankan lahan pangan berkelanjutan. Akurasi data pertanian lahan pangan tersebut dinilai penting untuk mengamankan lahan pertanian dari ancaman konversi atau alih fungsi lahan pangan menjadi kebun sawit.

“Akurasi data pertanian tanaman pangan penting agar luas lahan pertanian bisa dipertahankan. Adanya data mengenai akurasi data pertanian pangan menjadi acuan untuk mempertahankan lahan pangan dari ancaman pengalihan fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan kelapa sawit,”kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, HM Dianto pada Ekspose Hasil Integrasi Penyiapan Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Provinsi Jambi di hotel BW Luxury Jambi, Rabu (28/8/2019).

Menurut HM Dianto, ekspansi atau perluasan perkebunan kelapa sawit di Jambi menjadi ancaman pertanian tanaman pangan. Masalahnya banyak lahan pertanian pangan di daerah itu selama ini berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Kondisi tersebut membuan lahan pertanian pangan semakin berkurang.

“Lahan pertanian pangan yang ada di Jambi sekarang ini harus dipertahankan guna menjamin swasembada pangan di Jambi. Data mengenai lahan pertanian harus jelas dan akurat agar tidak ada lagi lahan pertanian yang beralih fungsi,”ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan hasil validasi dan verifikasi yang dilakukan Tim Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Jambi luas baku sawah di Provinsi Jambi saat ini mencapai 96.647,10 hektare (ha). Luas baku sawah Jambi tersebut lebih luas dibanding luas baku sawah versi Jambi Badan Informasi Geospasial (BIG) tahun 2018 sekitar 62.662,58 ha,”katanya.

Menurut HM Dianto, ekspose atau pemaparan lahan baku sawah di Jambi penting bagi pengambil kebijakan maupun bagi masyarakat pengguna lahan untuk memastikan perlindungan, peningkatan kualitas, menjamin eksistensi dan meningkatkan produktivitas lahan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

"Data LP2B sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2P) yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah,"katanya.

Sementara itu, Direktur Penatagunaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, Sri Mujitono, pada kesempatan tersebut mengatakan, Pemprov Jambi Jambi termasuk daerah serius dalam penanganan masalah lahan pertanian pangan berkelanjutan. Dari 12 provinsi yang ada di Indonesia, Provinsi Jambi termasuk nomor tiga tercepat dalam penyelesaian paparan mengenai lahan pertanian pangan berkelanjutan setelah Bengkulu dan Banga Belitung.

"Dengan adanya data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Provinsi Jambi ini, tidak ada lagi perbedaan data seperti data pertanian Jambi yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN),”katanya.

Menurut Sri Mujitono, seluruh daerah di Indonesia diharapkan segera membuat data lahan pertanian pangan berkelanjutan. Hal itu penting untuk mempertahankan lahan pangan dari berbagai bentuk alih fungsi lahan. 



Sumber: Suara Pembaruan