Kemhub Siapkan 2 Aturan Kendaraan Listrik

Kemhub Siapkan 2 Aturan Kendaraan Listrik
Peluncuran Green Energy Station (GES) Pertamina di SPBU Coco Rasuna Said, Jakarta, 10 Desember 2018. GES Pertamina merupakan sarana pengisian daya untuk kendaraan listrik yang akan menjadi kendaraan di masa depan ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Thresa Sandra Desfika / JAS Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyiapkan dua peraturan menteri perhubungan (PM) terkait uji tipe dan uji berkala kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Hal tersebut sebagai tindak lanjut penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi mengungkapkan, pihaknya berupaya mempercepat penerbitan kedua PM itu sebagai komitmen Kemhub mendukung tersedianya kendaraan ramah lingkungan bertenaga listrik.

"Porsi saya, ada dua regulasi yang sedang kita percepat. Namun sesungguhnya yang satu sudah siap (untuk uji tipe) karena saya kan ikut dalam pembahasan Perpres 55. Jadi sudah disiapkan rancangan peraturan menteri untuk uji tipe," papar Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Budi menekankan, PM uji tipe kendaraan bermotor listrik sudah hampir selesai dan saat ini prosesnya dalam tahap harmonisasi. Menurut dia, PM tersebut bakal segera diteken menteri perhubungan, kemudian diterbitkan pada September 2019.

Salah satu poin baru dalam PM uji tipe terkait kendaraan bermotor listrik, terang Budi, adalah menyangkut masalah kinerja dari baterai. Kemhub bakal melakukan pengujian terhadap baterai karena nanti tersedia alat ujinya.

"Karena di tahun 2020 saya sudah melakukan pengadaan (untuk baterai) sehingga tahun 2020 saya tidak tergantung lagi untuk kinerja baterai itu. Saat ini, saya kan masih mengandalkan negara di mana pembuat baterai itu ada untuk sertifikasi," imbuh Budi Setiyadi.

Selain itu, lanjut dia, PM soal uji berkala masih dalam proses perancangan. Nantinya, regulasi menjadi acuan bagi kendaraan umum dan barang bermotor listrik untuk diuji berkala enam bulan sekali. "Kalau peraturan uji berkala kendaraan bermotor listrik hampir sama dengan bahan bakar fosil. Namun mungkin di situ juga kinerja baterai dilakukan uji berkala juga," papar Budi.



Sumber: BeritaSatu.com