Megawati Kirim Utusannya Temui Pemimpin Agama di Papua

Megawati Kirim Utusannya Temui Pemimpin Agama di Papua
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P Komarudin Watubun (kiri) saat bertemu dengan Uskup Leo Laba Ladjar, OFM di Keuskupan Jayapura, Sabtu 31 Agustus 2019. ( Foto: Ist )
Robert Isidorus / FMB Minggu, 1 September 2019 | 09:46 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengirim utusan khusus, Komarudin Watubun menemui pemimpin dan pemuka agama di Provinsi Papua guna membahas berbagai permasalahan krusial yang terjadi di wilayah paling Timur Indonesia akhir-akhir ini.

Pertemuan khusus Komarudin Watubun yang juga adalah Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P dengan Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar OFM dan dilanjutkan pertemuan dengan Pimpinan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua berlangsung pada Sabtu (31/8/2019). Pada pertemuan yang tertutup bagi insan pers itu, Komarudin menyampaikan pesan-pesan khusus Ibu Megawati Soekarnoputri.

Ketika bertemu Uskup Leo Laba Ladjar OFM di Keuskupan Jayapura, Komarudin Watubun didampingi Ketua DPD PDI-P Provinsi Papua, John Wempi Wetipo.

Sedangkan saat bertemu Pimpinan Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua di kediaman Ketua Badan Pekerja Am Sinode (BPAS) GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, utusan khusus Ibu Megawati Soekarnoputri itu didampingi Ketua DPD PDI-P Provinsi Papua, John Wempi Wetipo dan Sekretaris DPD PDI-P Papua, Calvin Mansnembra.

Ikut mendampingi Ketua Umum BPAS GKI di Tanah Papua adalah Wakil Ketua BPAS GKI, Pdt Hiskis Rollo,S.Th, Sekretaris BPAS GKI Pdt. Daniel Kaigere,S.si.

Kepada Uskup Leo laba Ladjar, OFM, utusan khusus Ketua Umum DPP PDIP itu menyampaikan pesan-pesan penting dari Megawati terkait merajut kebersamaan dan semangat persaudaraan menuju perdamaian dan kesejahteraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komarudin mengatakan, Megawati senantiasa memberikan perhatian sangat besar bagi perdamaian dan kesejahteraan hidup seluruh rakyat Indonesia di Bumi Cenderawasih ini. "Menghadapi situasi yang sangat krusial akhir-akhir ini di Tanah Papua, Ibu Megawati Soekarnoputri menugaskan kami untuk mendengar suara para pemimpin dan pemuka agama di wilayah ini," kata dia.

“Hasil dari semua pertemuan ini akan segera kami laporkan kembali kepada Ketua Umum DPP PDIP di Jakarta untuk segera ditindaklanjuti demi terciptanya perdamaian di Tanah Papua,” kata Komarudin Watubun.

Keluarga Besar PDIP di seluruh Tanah Air Indonesia senantiasa ikut merasakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan, serta keberhasilan dan kegagalan hidup seluruh lapisan masyarakat Indonesia di Bumi Cenderawasih ini, tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan manapun juga.

Pada pihak lain, lanjut Komarudin, PDIP ingin mengingatkan semua anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir Talaud hingga Rote-Ndao bahwa kita semua bersaudara sebangsa dan setanah air Indonesia, bergotong royong membangun kebersamaan hidup sebagai anak bangsa yang sejati demi Indonesia yang satu dan utuh.

“Ibu Megawati Soekarnoputri menaruh perhatian sangat besar bagi kedamaian dan kesejahteraan Tanah Papua dan menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas kasus-kasus kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini yang semua itu dapat merusak pilar-pilar keutuhan dan kedamaian Tanah Papua, pada khususnya dan Persada Indonesia, pada umumnya,” kata Komarudin Watubun.

"Ibu Megawati Soekarnoputri mengetahui bahwa para pemimpin dan pemuka agama di Tanah Papua telah berkomitmen menjadi pionir dalam perjuangan menciptakan Papua tanah damai sehingga Ibu mengutus kami menemui para pemimpin dan pemuka agama di wilayah ini," lanjutnya.

Komarudin mengakui bahwa pihaknya secepatnya berupaya menemui para pemimpin dan pemuka agama dan gereja-gereja lainya untuk maksud yang sama.

Sementara itu, Pemimpin Umat Katolik Keuskupan Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar OFM menngatakan banyak masalah krusial yang diperbincangkan pada pertemuan khusus hari ini namun tidak semua permasahalan yang dibicarakan ini dapat diberitakan di media massa. Semua ini akan disampaikan kembali oleh Komarudin kepada Ibu Megawati Soekarnoputri untuk diambil langkah dan kebijakan selanjutnya.

Patut dicamkan, para Uskup Gereja Katolik di Tanah Papua senantiasa bergandengan tangan dengan semua pemimpin agama dan pemuka masyarakat, pemerintah daerah serta komponen masyarakat lainnya untuk terus mengupayakan perdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan setiap orang tanpa kecuali.

Uskup Leo mengatakan, pada 8 Agustus 2018, para Uskup Gereja Katolik di Tanah Papua yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Manokwati- Sorong, Keuskupan Agats dan Keuskupan Timika telah mengeluarkan Surat Edaran kepada Umat Katolik, para pemangku kekuasaan dan segenap masyarakat di Tanah Papua yang berisi ajakan untuk membangun Papua yang damai dan sejahtera.

“Segala bentuk perseteruan, konflik dan perang adalah tembok-tembok pemisah yang harus dirubuhkan. Segala senjata perang, pedang, tombak dan panah harus ditempa menjadi mata bajak dan alat pertanian yang menopang damai sejahtera. Perang dan semua tindakan kekerasan harus dihentikan dan tidak cukup dihentikan hanya dengan upacara adat. Untuk penyelesaian damai, hukum positif mesti ditegakkan,” tulis para Uskup dalam surat edaran itu.



Sumber: Suara Pembaruan