PLN Rugi Rp 1,9 M Akibat Kerusuhan Jayapura

PLN Rugi Rp 1,9 M Akibat Kerusuhan Jayapura
Seorang warga melintasi puing bangunan yang terbakar seusai aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, 30 Agustus 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Indrayadi TH )
Robert Isidorus / JAS Selasa, 3 September 2019 | 08:29 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat mengklaim merugi Rp 1,9 miliar akibat kerusakan sejumlah infrastruktur kelistrikan pascaaksi demo anarkistis yang terjadi di Kota Jayapura, Kamis (29/8/2019) lalu.

Juru Bicara PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Septian Dwi Pujianto menuturkan, infrastruktur kelistrikan di Kota Jayapura mengalami kerusakan di enam titik. Kerusakan terparah terjadi di kawasan jalan Koti depan pelabuhan Jayapura, kawasan Entrop, Argapura, dan wilayah Dok.

"Kerugian yang kita alami kurang lebih 1,9 miliar rupiah. Itu belum terhitung jumlah Kwh yang tidak tersalurkan karena padamnya listrik," ujar Septian kepada wartawan di Jayapura, Senin (2/9/2019) sore

Menurut Septian, saat ini sistem kelistrikan di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya telah pulih 100 persen "Pascarusuh kemarin, memang kita lakukan pemadaman darurat agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.

"Memang setelah kejadian Kamis malam, kami langsung bergerak. Teman-teman di lapangan langsung melakukan penormalan dan pada Sabtu sore sistem kelistrikan di Jayapura sudah normal kembali," sambungnya.

Adapun peralatan kelistrikan yang rusak, dirincikan Septian antara lain: travo Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 KV yang ada di pelabuhan, JTR (Jaringan Tegangan Rendah), sambungan kabel rumah, dan meteran yang ada di rumah rumah warga yang terbakar.

"Jaringan tegangan menengah (JTM) kita ada satu dua titik di Pelabuhan dan Entrop yang cukup mahal. Sedangkan fasilitas pembangkit aman dan untuk komponen material sambungan ke rumah serta jaringan tegangan rendah (JTR) juga ada mobil PDKB yang kacanya pecah," ungkapnya.

Ditanya soal pendistribusian solar ke setiap pembangkit listrik baik di Waena maupun Holtekamp, Septian mengaku berjalan lancar dengan pengawalan aparat keamanan.

"Kami sudah minta bantuan aparat keamanan untuk mengawal distribusi BBM ke setiap pembangkit. Bahkan dua hari pascakejadian, kami  sudah meminta aparat keamanan untuk membantu pengamanan objek vital baik di kantor maupun pembangkit listrik di Holtekamp dan Waena," ungkap Septian.

Dia mengimbau kepada setiap warga yang rumahnya terbakar sehingga mengalami pemadaman listrik agar menghubungi nomor telepon 0967-123 untuk layanan gangguan PLN. "Ini agar bisa langsung dikerjakan oleh petugas sebab untuk sistem JTM sudah kembali normal," imbuhnya lagi.

Sementara itu disinggung apakah ada kompensasi yang diberikan PLN kepada warga yang mengalami kerusakan kelistrikan? Septian mengaku hal ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan manajemen internal PLN.

"Tentunya jika ada (kompensasi) kita harus bekerja sama dengan Pemkot Jayapura. Namun sejauh ini PLN belum memutuskan akan dibantu atau tidak," kata Septian.



Sumber: Suara Pembaruan