Pemerintah dan Pemegang IUP Sepakat Ganti Rugi Korban Banjir Morowali

Pemerintah dan Pemegang IUP Sepakat Ganti Rugi Korban Banjir Morowali
Bupati Morowali, Taslim, menerima perwakilan para demonstran yang menuntut penanganan korban banjir bandang di daerah itu, Selasa, 3 September 2019. ( Foto: Istimewa )
John Lory / JEM Selasa, 3 September 2019 | 16:45 WIB

Morowali, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan perusahaan-perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Morwali, sepakat untuk memberikan ganti rugi kepada korban banjir di Bahudopi, Morowali.

Kesepakatan tercapai setelah unjuk rasa warga tiga desa di Kecamatan Bahudopi, Morowali, Senin (2/9/2019) yang dilanjutkan dengan dialog antarpihak yang berlangsung di Kantor Bupati Morowali di Bungku, Selasa (3/9/201).

Dalam dialog yang difasilitasi Bupati Morowali Taslim itu dihadiri oleh para pemegang IUP, wakil masyarakat korban, wakil bupati Morowali, dan ketua DPRD Morowali.

Dialog itu menyepakati 9 butir kesepakatan. Selain kesepakatan bahwa pemegang IUP akan melakukan ganti rugi terhadap kerugian material ratusan keluarga korban banjir, kesepakatan juga meliputi evaluasi pemerintah terhadap amdal para pemegang IUP.

Butir kesepakatan penting lainnya yakni Pemkab Morowali dan para pemegang IUP akan bekerja sama melakukan normalisasi Sungai Dampala yang membelah di tengah permukiman masyarakat yang selama ini selalu terdampak bencana banjir parah.

Kepada Suara Pembaruan, Kordinator Aliansi Rakyat Menggugat (Armet) Morowali, Asrar menyatakan bahwa kesepakatan merupakan buah dari aksi perjuangan warga korban di tiga desa.

"Ini merupakan buah dari perjuangan rakyat. Kami masih akan terus mengawal kesepakatan ini," kata Asrar.

Seperti diketahui banjir bandang yang melanda Desa Dampala, LeLe dan Siumbatu, Kecamatan Bahudopi, Morowali awal Juni 2019 mengakibatkan dua korban jiwa serta ratusan rumah dan lahan pertanian tergenang banjir.

Warga ketiga desa menyatakan kegiatan eksploitasi penambangan nikel PT Bintang Delapan Mineral (BDM) untuk bahan baku industri logam di komplek IMIP Morowali sebagai penyebab utama bencana banjir bandang.



Sumber: Suara Pembaruan