Siaran TV Nasional di Perbatasan Diharap Sediakan Konten Tanah Air

Siaran TV Nasional di Perbatasan Diharap Sediakan Konten Tanah Air
Rudiantara. ( Foto: Antara )
Surya Lesmana / LES Selasa, 3 September 2019 | 20:57 WIB

Nunukan, Beritasatu.com - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mendukung siaran simulasi digital tv nasional di daerah perbatasan di Kabupaten Nunukan. Karena dengan itu masyarakat di daerah yang berbatasan dengan Malaysia itu bisa menikmati siaran berkonten Indonesia.

"Sebab selama ini masyarakat di daerah perbatasan menikmati siara tv negeri tetangga. Bahkan banyak dari mereka yang akhirnya berbicara dengan bahasa Malaysia," jelas Irianto di Nunukan, Kaltara, akhir pekan lalu.

Bahkan menurut dia, selama ini di daerah perbatasan banyak beredar uang ringgit dibanding Rupiah sebagai cara masyarakat bertransaksi. "Sampai-sampai ada pepatah di daerah perbatasan yang menyatakan, Garuda di dadaku. Malaysia di perutku. Itu karena makanan yang dimakan warga perbatasan berasal dari Malaysia," jelasnya.

Menurut Irianto, semua itu mulai berubah di era Presiden Jokowi. Sejak dua tahun terakhir dengan afanya perwakilan Bank  Indonesia di Kaltara, peredaran Rupiah sudah menggantikan ringgit Malaysia.

Irianto berterimakasih dengan masuknya program siaran simulasi digital tv nasional yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama TVRI, Trans TV dan Metro TV di Nunukan, yang diresmikan Menkominfo Rudiantara, Sabtu (31/8/2019) lalu.

"Digitalisasi tv dan bantuan internet bisa memperluas wacana informasi masyarakat dengan konten Tanah Air di daerah perbatasan," ujar Irianto.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan, simulasi siaran tv nasional secara digital dilakukan juga di daerah perbatasan, seperti di Nunukan, Kota Batam dan di Jayapura.

"Kita ingin menyediakan konten Indonesia buat masyarakat di perbatasan," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (3/9/2019).

Menurut Rudiantara, jangkauan siaran digital tv nasional ini bisa mencapai hingga ke Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

 



Sumber: Suara Pembaruan