Menkominfo: Kanal Penyebar Hoax Papua Berasal dari 20 Negara

Menkominfo: Kanal Penyebar Hoax Papua Berasal dari 20 Negara
Rudiantara. ( Foto: Antara )
/ JAS Rabu, 4 September 2019 | 06:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan kanal atau URL penyebar hoax Papua terdeteksi berasal dari 20 negara.

"Ada 20 negara lebih yang mention-nya berasal dari negara tersebut, tetap belum tentu warga negara tersebut yang (mengunggah), tetapi asalnya dari negara tersebut," kata Menkominfo Rudiantara di Jakarta setelah pertemuan setingkat menteri membahas soal perkembangan arus informasi Papua, Selasa (4/9/2019).

Menkominfo tidak menjelaskan secara spesifik alamat IP penyebar dari negara mana saja, tetapi salah satu alamat penyebar hoax tersebut berasal dari Eropa.

"Kebanyakan dari dalam negeri mention-nya, tetapi juga ada dari luar negeri, salah satu negara Eropa," katanya.

Menkominfo menyatakan hingga 2 September 2019, Kemkominfo sudah mendeteksi setidaknya ada 555.000 URL atau kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoax.

"Dari jumlah itu ada 100.000 lebih orisinal akun mengunggah hoax," ucapnya.

Penyebaran hoax provokasi yang sifatnya mengadu domba tertinggi, kata dia, dicatat pada 30 Agustus 2019, angkanya mencapai 75.000.

"Yang paling banyak Twitter, asalnya seluruhnya, seluruh dunia," ujar Rudiantara.



Sumber: ANTARA