Jaringan Penyelundup Benih Lobster Pantai Timur Sumatera Menggurita

Jaringan Penyelundup Benih Lobster Pantai Timur Sumatera Menggurita
Ilustrasi benih lobster. ( Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah )
Radesman Saragih / WBP Rabu, 4 September 2019 | 10:46 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Jaringan penyelundupan benih lobster melalui pantai timur Sumatera wilayah Provinsi Jambi semakin menggurita. Anggota jaringan penyelundup tidak hanya dari Jambi atau daerah lain di Sumatera, tetapi sudah melibatkan jaringan dari pulau Jawa. Indikasi itu terbukti dari tertangkapnya delapan anggota jaringan penyelundup lobster asal dari Jawa – Sumatera. Kedelapan tersangka tersebut masih ditahan dan diperiksa di Polda Jambi hingga Rabu (4/9/2019).

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS ketika menjelaskan hasil panangkapan penyelundup lobster di Polda Jambi, Selasa (3/9/2019) menjelaskan, dua anggota jaringan yang tertangkap di Kota Jambi, yakni SM dan AS, warga Jambi, dua warga Provinsi Lampung, AR dan RH, dan dua warga Nias, FS dan LR.

Kemudian satu anggota jaringan penyelundup adalah UN warga Ciamis, Jawa Barat dan JN warga Tanjungpinang, Bangka Belitung. Barang bukti benih lobster yang disita mencapai 161.800 ekor senilai Rp 25 miliar. Perinciannya, sekitar 147.200 ekor benih lobster jenis pasir dan 14.600 ekor benih lobster jenis mutiara.

Melalui pengungkapan kasus terbaru ini, kata Muchlis AS, terindikasi bahwa jaringan penyelundupan benih lobster melalui pantai timur Sumatera semakin menggurita. “Bahkan dalam pengungkapan kasus penyelundupan benih lobster di Jambi baru-baru ini, ada warga negara asing yang terlibat,” kata Irjen Pol Muchlis AS.

Dijelaskan, penangkapan delapan anggota jaringan penyelundup benih lobster di Kota Jambi, Senin (2/9/2019) tergolong kasus besar. “Tujuan pengiriman lobster tersebut ke Singapura. Sedangkan benih lobster berasal dari Provinsi Lampung. Kota Jambi hanya sebagai transit. Para pelaku menambah oksigen ke dalam bungkusan plastik kemasan sebelum dikirim ke Singapura melalui pantai timur Jambi,” kata Irjen Pol Muchlis AS.

Menurut Muchlis AS, selama dua tahun terakhir, jajaran Polda Jambi berhasil melakukan penangkapan penyelundup benih lobster. Total benih lobster yang berhasil diamankan sekitar 1,48 juta ekor dengan nilai sekitar Rp 112 miliar.

Melihat masih seringnya jaringan penyelundup memanfaatkan pesisir pantai timur Jambi sebagai jalur pengiriman benih lobster, lanjut Muchlis AS, pihaknya terus meningkatkan pencegahan penyelundupan melalui patroli di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Sungai Batanghari, pesisir pantai timur Jambi dan perairan Tanjungjabung Timur dan Tanjungjabung Barat.



Sumber: Suara Pembaruan