DIY Belum Terima Penetapan Lokasi Jalan Tol Menuju Bandara Baru

DIY Belum Terima Penetapan Lokasi Jalan Tol Menuju Bandara Baru
Ilustrasi jalan tol. ( Foto: dok )
Fuska Sani Evani / JAS Rabu, 4 September 2019 | 10:57 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum menerim penetapan lokasi (Penlok) proyek jalan tol menuju Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo mengatakan hingga kini surat usulan penetapan lokasi (Penlok) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Prumahan Rakyat (Kempupera) kepada Gubernur DIY masih belum diterima. Karena itu, Pemda DIY masih menunggu pengajuan surat tersebut.

Menurut Budi, setelah Menpupera Basuki Hadimuljono mengabarkan rencana lelang untuk ruas tol di wilayah DIY akan dilakukan pada September ini, Pemda DIY sebenarnya sudah mengagendakan rapat pada Jumat (30/8/2019) lalu, namun batal.

“Belum ada pengajuan Penlok, hingga kini belum ada pembahasan terkait trase yang dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo dengan Pemda DIY,” kata Budi, Selasa (3/9/2019).

Dikatakan Budi, Gubernur DIY tidak mengizinkan tol membelah Kota Wates, karena juga akan membelah kawasan Aeropolis. Sebagai alternatif lokasi, pembangunan jalan tol bisa dilakukan di sisi Utara Kota Wates.

“Katakanlah sejauh satu kilometer dari kota Wates. Akan tetapi hal itu juga tidak mudah, karena investasinya tinggi. Pemkab Kulonprogo belum melakukan negosiasi dengan Pemda DIY. Sebab Pemda DIY masih bertahan agar pembangunan tol tidak membelah Kota Wates dan Aeropolis," katanya.

"Kecuali jalan tol dibangun secara elevated (melayang), dan tidak mengorbankan lahan pertanian hingga situs-situs bersejarah," Budi menambahkan.

Sebelumnya, Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan lelang yang dilakukan hanya untuk ruas jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen. Adapun untuk ruas jalan tol yang melewati Kulonprogo meskipun sudah ada kesepakatan namun belum detail.

Hingga kini, katanya, masih belum ada permintaan surat izin penetapan lokasi (IPL). Adapun untuk sosialisasi kepada masyarakat dilakukan oleh pemrakarsa. "Gubernur hanya mengeluarkan IPL. Untuk sosialisasi dari pemrakarsa dan BPN. Yang jelas Pemda siap, setuju, desain dibuat, setelah itu sosialisasi, proses IPL jalan," ujarnya.

Kereta Api Yogyakarta-Semarang

Selain rencana pembangunan jalan tol, pemerintah juga merencanakan pembangunan rel kereta api baru dari Yogyakarta menuju Semarang sebagai akses menuju Borobudur dari Yogyakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo memastikan, jalur kereta api tidak membelah kawasan atau perkampungan.

"Prinsipnya Gubernur DIY tidak mempersoalkan rencana pembangunan rel kereta api baru, namun tidak memisah dua kampung. Artinya dibangun elevated, sejajar dengan proyek jalan tol yang menuju ke Bawen, " katanya.

Namun, Sigit juga menyatakan bahwa pemerintah pusat belum memberikan pemaparan terkait rencana pembuatan rel kereta api baru.

Diketahui, untuk menghidupkan rel lama, Yogyakarta-Magelang akan sangat sulit, karena terlalu banyak perumahan penduduk di atasnya. Sementara, jika dibangun melayang memang akan membutuhkan biaya yang lebih besar.

"Namun, yang namanya kereta api kan pelayanan untuk masyarakat. Kalau hanya dipikirkan sisi bisnisnya saja ya tidak jalan, " ulasnya.

Ditambahkan Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo, pemerintah pusat hingga saat ini memang belum mengambil keputusan terkait dengan jalur kereta api yang akan menuju Borobudur dan Semarang dari Yogya, sedang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar pembebasan jalan tol harus bersamaan dengan jalur kereta api.

“Jika konsep ini bisa terlaksana maka kesatuan Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglo Semar) akan terlaksana ,” ujarnya.

Jalur-jalur yang ada akan terhubung menjadi satu rangkaian trase yang mempermudah akses wisatawan.

"Ini peluang yang luar biasa dan pertumbuhan ekonomi di sana akan sangat cepat, " ujarnya.

Dia juga menjelaskan, PT KAI kemungkinan sudah mengetahui adanya wacana untuk sejajar dengan jalur tol ini. Namun, hingga kini memang belum ada pembicaraan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak Kementrian pun tengah mematangkan konsep jalur Yogyakarta-Kedundang untuk menuju bandara YIA.

Operasional untuk kereta api bandara melalui Stasiun Kedundang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Pada tahun 2019 pembangunan konstruksi untuk jalur kereta api dan terminal sudah akan mulai dibangun.



Sumber: Suara Pembaruan