Pilbup Malang 2020, Sekda Ambil Formulir Pendaftaran

Pilbup Malang 2020, Sekda Ambil Formulir Pendaftaran
Didik Budi Muljono ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / JAS Jumat, 6 September 2019 | 09:06 WIB

Malang, Beritasatu.com - Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk Bupati Malang tahun 2020 mendatang, kini semakin mengemuka. Jika sebelumnya terkesan malu-malu, kini  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono mulai menunjukkan keseriusannya untuk mengikuti Pilkada serentak, September 2020 mendatang.

Didik telah mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kamis (5/9/2019) siang guna mendaftar sebagai bakal calon bupati (Bacabup) Malang dari PDI Perjuangan.

“Kita sudah membuka pendaftaran Bacabup dan Bakal Wakil Bupati (Bawabup) Malang, mulai Kamis ini,” ujar Wakil Ketua Tim Pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Malang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Santoko, Kamis malam.

Lebih lanjut dia mengatakan, pendaftaran Bacabup-Bawacabup Malang mulai Kamis dan ditutup hingga Rabu, tanggal 11 September mendatang.

“Pendaftaran kami buka Kamis tadi (kemarin) mulai pukul 08.00 WIB. Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono merupakan pendaftar pertama. Dia datang ke kantor DPC sekitar pukul 14.15 WIB,” ujar Santoko.

Menurut Santoko, Didik datang untuk mengambil formulir pendaftaran, dan paling lambat dikembalikan pada Sabtu (14/9/2019). Hanya saja ia mengaku belum mengetahui pasti, apakah Sekdakab itu nantinya mendaftar sebagai calon bupati atau calon wakil bupati.

Menurut dia, pihaknya baru mengetahui posisi yang diincar Didik jika nantinya yang bersangkutan sudah mengembalikan formulir pendaftaran.

Didik yang ditanya usai mengambil formulir mengaku akan mendaftar sebagai cabup Malang dari PDI Perjuangan pada Pibup mendatang. “Saya siap mengundurkan diri apabila nantinya ditetapkan sebagai cabup Malang oleh PDI Perjuangan. Bahkan saya akan sowan ke Pak Sanusi (Plt Bupati Malang HM Sanusi, red) untuk minta izin terkait hal ini,” ujarnya.

Didik memastikan, pencalonannya tidak akan memengaruhi jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Malang. “Dengan pencalonan ini, saya jamin roda pemerintahan Pemkab Malang sekarang dan seterusnya tidak akan terganggu,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari yang dikonfirmasi terpisah menyatakan, bahwa partainya menargetkan dapat meraih kemenangan dalam gelaran Pilkada di Kabupaten Malang pada 2020 mendatang.

“Targetnya di Kabupaten Malang bisa menang dan PDIP punya Bupati,” ujar Untari.

Namun Untari juga mengungkapkan, pihaknya masih belum bisa memastikan siapakah sosok yang nantinya akan direkomendasikan oleh DPP PDIP untuk maju dalam perebutan kursi Bupati Malang periode 2020-2025. “Kalau untuk stok sebagai calon bupati, PDIP punya banyak stok. Namun kita akui, umumnya yang diutamakan maju berasal dari kader partai sendiri yang mumpuni,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan