Ibu Negara dan Mufidah Kalla Kunjungi Pasar Beringharjo

Ibu Negara dan Mufidah Kalla Kunjungi Pasar Beringharjo
Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla bersama anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) menyanyikan lagu "Jasamu Guru" di sela-sela acara Pelatihan Akbar Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 5 September 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Carlos KY Paath)
Carlos KY Paath / JAS Jumat, 6 September 2019 | 10:47 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (6/9/2019). Selain itu, para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) juga ikut mendampingi.

Rombongan Ibu Negara, dan Ibu Mufidah, termasuk anggota-anggota OASE KK, berjalan kaki dari Istana Kepresidenan Yogyakarta. Rombongan masuk ke pasar yang berada di Jalan Argo Mulyo pada pukul 09.00 WIB. Dari pantauan Beritasatu.com, pengunjung pasar lainnya tampak berbelanja seperti biasa.

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memeriksakan warga yang hendak berbelanja. Lokasi pasar memang terlihat dijaga anggota Paspampres. Aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Malioboro tersebut berjalan normal.

Ibu Negara dan Ibu Mufidah membeli beberapa pakaian. Di Toko Tuty Dedy, Ibu Negara membeli dua potong baju gamis. Satu bajunya seharga Rp 200.000.

"Ibu Iriana langsung suka. Saya enggak nawarin, ibunya langsung ke sini. Mungkin berkah. Ibu Iriana beli gamis dua," kata Tuty pemilik toko. "Saya senang, bahagia, dan bisa foto dengan Ibu Iriana sama Ibu Mufidah," imbuh Tuty.

Sementara itu, di Toko Sido Mukti, Ibu Negara membeli satu celana batik lurik. "Ibu Iriana enggak pakai nawar. Saya beri harga pas untuk ibu. Satu batik lurik harga Rp 50.000," ungkap penjual, Eni Ningsih.

Setelah dari Pasar Beringharjo, rombongan menuju Akademi Angkatan Udara (AAU) untuk menyosialisasikan bahaya narkoba, hoax, bullying, dan pornografi kepada Taruna Akademi Militer dan Polri serta Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedinasan se-Yogyakarta. 



Sumber: Suara Pembaruan