Desy Ratnasari dan Alumni Unika Atma Jaya Gelar Fund Raising untuk Danai Riset

Desy Ratnasari dan Alumni Unika Atma Jaya Gelar Fund Raising untuk Danai Riset
Desy Ratnasari ( Foto: Twitter )
Irawati D Astuti / IDS Jumat, 6 September 2019 | 16:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan dana. Salah satunya adalah menggelar konser musik. Itulah yang akan dilakukan Unika Atma Jaya (UAJ) lewat "Gala Fundraising, Hope a Music Concert 2019" pada Minggu (8/9) pukul 14.00-16.00 di Kampus 1 Semanggi, Sudirman, Jakarta Selatan.

Konser ini akan dimeriahkan oleh segenap alumni dan dosen UAJ yang piawai dan telah lama berkarya di dunia kesenian. Salah satu di antaranya adalah Desy Ratnasari yang merupakan alumni dan mahasiswa program doktoral psikologi di Unika Atma Jaya. Konser "Hope" akan diiringi musik orkestra dari Yoan Theodora Orchestra (YTO) yang berpengalaman tampil dalam acara-acara nasional.

Program penggalangan dana ini merupakan bagian dari rencana strategis dan kolaborasi yang bersifat jangka menengah. Penggalangan ini bermisi 3YVM (3 years, 3 vision, 3M rupiah). Artinya dalam 3 tahun ke depan, UAJ akan fokus pada pada 3 sektor yakni kepedulian sosial, pertukaran mahasiswa, dan riset dasar, dengan target dana Rp 3 miliar.

Selain penampilan para alumni dan staf, UAJ juga mengadakan lelang karya seni yang didonasikan oleh segenap civitas akademika UAJ. Mereka juga membuka donasi bagi program rain water harvesting (panen air hujan) dan kerja sama dengan UNHCR untuk pendampingan pengungsi. Acara akan diikuti ratusan filantropis, mitra, dan donatur UAJ.

Dalam aspek kepedulian sosial, dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendanai kegiatan penyediaan air bersih dan pendampingan pengungsi. Program rain water harvesting bertujuan untuk menjawab satu isu kemanusiaan terbesar di pinggiran Jakarta, yaitu ketersediaan air bersih, serta amblesnya tanah Jakarta sebesar 4 meter sejak tahun 1970an.

Terkait pengungsi, UAJ menyadari bahwa keberadaan mereka di Indonesia membutuhkan perhatian. Berbeda dengan dibayangkan oleh orang banyak, sebagian besar pengungsi merupakan anggota masyarakat dengan latar belakang profesional muda/pekerja yang sangat produktif.

Sementara itu, pengungsi di Indonesia tidak memiliki hak untuk mendapatkan gaji tetap. Tanpa pemasukan, kemampuan pengungsi untuk menghidupi diri sendiri menjadi persoalan besar tanpa kejelasan akan solusi. Dengan bekerja sama dengan UNHCR dan ILO, UAJ menyediakan pelatihan kewirausahaan sosial agar pengungsi dapat bermitra dengan generasi muda Indonesia sehingga dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Untuk program pertukaran mahasiswa, masih banyak mahasiswa UAJ yang belum berkesempatan ke luar negeri karena kendala biaya, terutama karena pembuatan paspor, tiket, dan akomodasi. Sedangkan untuk program riset dasar, donasi ini mengarah pada bidang kesehatan dan riset humanitarian yang mengarah pada penghargaan terhadap manusia.

Dalam hal ini, dana hasil penggalangan akan diarahkan untuk dua penelitian oleh Dr. Eko Adi Prasetyanto (bidang kimia, material, drug delivery system, 50 publikasi dan 10 paten) dan Dr. Asmin Fransiska (bidang hukum dan sosial humaniora, penulis buku terlaris di London untuk non-fiksi The War on Drugs and the Global Colour Line).



Sumber: Suara Pembaruan