Buronan Pembunuh Ayah dan Anak Berhasil Ditangkap

Buronan Pembunuh Ayah dan Anak Berhasil Ditangkap
Kondisi minibus Toyota Calya bernomor polisi B 2983 SZH terbakar di dalamnya ditemukan dua sosok mayat dengan kondisi hangus, di Kampung Bondol, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. ( Foto: Antara / Aditya Rohman )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 6 September 2019 | 20:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi akhirnya membekuk tiga orang buronan kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama (54) dan anaknya M Adi Pradana alias Dana (23). Jenazah keduanya ditemukan dalam mobil terbakar, di Jalan Cidahu-Parakansalak, Sukabumi, Jawa Barat.

Ketiga tersangka bernama Karsini alias TN -mantan pembantu tersangka Aulia Kesuma alias AK-, suami Karsini atas nama Rodi, dan Supriyanto alias AP, ditangkap di sebuah gubuk, di tengah kebon kopi, di Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, usai peristiwa pembunuhan Rodi dan Supriyanto diberi ongkos oleh tersangka Aulia untuk pulang. Keduanya, naik bus dari Kampung Rambutan menuju ke kontrakan Rodi, di Lampung.

"Di sana mereka ketemu TN. Semalam tinggal di sana, besoknya bertiga berangkat ke OKU Selatan, naik mobil umum ingin bersembunyi di gubuk atau rumah, di kebun kopi. Gubuk di tengah kebun kopi itu, milik orang tua Rodi," ujar Argo, Jumat (6/9/2019).

Dikatakan Argo, ketiga bersembunyi di gubuk itu, sampai akhirnya penyidik Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung menangkap mereka di sana.

"Bertiga tinggal di situ, sampai waktunya Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung, kita bisa menangkap orang tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto menuturkan, ketiganya turut melakukan perencanaan dan membantu proses pembunuhan terhadap korban Edi Chandra dan Dana.

"Semuanya berawal dari curhatan saudari Aulia yang menyampaikan kepada mantan pembantunya Karsini atau Tini (TN). Saudara Aulia curhat dia merasa kesulitan masalah utang di bank, kemudian suaminya tidak mengizinkan untuk menjual aset sehingga ada kekecewaan-kekecewaan untuk berencana menghabisi suami dan anaknya," katanya.

Suyudi menyampaikan, kemudian Karsini merasa prihatin dengan kondisi majikannya sehingga tergerak untuk membantu. Selanjutnya, Karsini menghubungi suaminya Rodi.

"Kemudian, saudara RD mencoba untuk membantu (awalnya) merencanakan untuk melakukan penyantetan terhadap korban Edi," ucapnya.

Selanjutnya, tambah Suyudi, tersangka Aulia, Rodi, Supriyanto alias AP, dan Kelvin berangkat ke Yogyakarta untuk mencari tukang santet. Namun, upaya mereka tidak berhasil dan mengubah rencana untuk membunuh Edi dengan cara ditembak.

Sejurus kemudian, tersangka Rodi atas permintaan Aulia mencari senjata api untuk digunakan menembak korban. Rodi dibekali uang Rp 35 juta, tapi tidak berhasil.

"Sehingga rencana untuk menyantet dan penembakan dirubah menjadi pembunuhan dengan cara menyekap didahului dengan memberikan obat tidur. Rencana ini dari tersangka Aulia dan Rodi. Mereka berencana untuk menghabisi korban dengan cara menyekap yang diberikan alkhohol dan obat tidur. Itu disepakati Aulia, Rodi, dan AP," jelasnya.

Suyudi melanjutkan, kemudian mereka membeli peralatan-peralatan berupa kain, alkohol dan lainnya. "Termasuk rencana untuk membakar itu juga dicetuskan oleh saudara Rodi dan AP. Bahkan saudara AP yang memberikan ide-ide lain bagaimana cara membakar, seperti membocorkan saluran bensin di mobil," katanya.

Menurut Suyudi, ketika ide sudah matang, tersangka AP berubah pikiran karena merasa takut melakukan aksi, sehingga dia berpura-pura kesurupan dan diantar kembali ke hotel, di kawasan Kalibata.

"Jadi AP tidak ikut lanjut dalam eksekusi, sehingga dilanjutkan Aulia, CV, SG dan AG -tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya-," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com