BNPT: Dari Aceh Sampai Tanah Papua, Kita Satu Bangsa

BNPT: Dari Aceh Sampai Tanah Papua, Kita Satu Bangsa
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius berpose bersama mahasiswa di Auditorium UNG, Gorontalo, Jumat (6/9/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 6 September 2019 | 20:52 WIB

Gorontalo, Beritasatu.com – Sekitar 4.000 mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengikuti kuliah umum mengenai pencegahan dan penanggulangan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Kuliah diberikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius, di Auditorium UNG, Gorontalo, Jumat (6/9/2019).

Lima mahasiswa baru asal Papua mengawali acara dengan memimpin Lagu Indonesia Raya dan petikan lagu ‘Kita Semua Bersaudara Indonesia Manise’ yang dinyanyikan secara bersama mengakhiri kegiatan yang juga dihadiri Kapolda Gorontalo Irjen Pol Rahmat Fudail.

“Saya memberikan harapan besar kepada mereka (mahasiswa). Mereka generasi muda, generasi penerus yang harus kita selamatkan dari paham-paham tidak benar. Saya jelaskan bagaimana merawat NKRI. Juga saya hadirkan anak-anak dari Papua untuk maju ke depan agar tercipta kerekatan antaranak bangsa. Bahkan di akhir kuliah umum, saya minta mereka menyanyikan lagu bersama-sama yang intinya dari Aceh sampai Papua, kita satu bangsa,” ujar Kepala BNPT.

Kepala BNPT memaparkan bagaimana melihat dan mengidentifikasi paham-paham radikal dan tahapannya. Dengan paparan itu diharapkan, para mahasiswa baru tahu persis bagaimana mengidentifikasi dan bagaimana radikalisme bisa menyebar.

Mantan Sestama Lemhanas ini berharap, setelah mendapat paparan ini, para mahasiswa menjadi tidak takut bila melihat adanya gejala penyebaran paham-paham tidak baik itu di lingkungan kampus.

“Mereka harus berani melaporkan itu ke dosen atau rektor, kalau perlu ke Polda. Nanti kalau belum bisa, kami (BNPT) siap turun membantu mereduksi dan membersihkan paham negatif tersebut,” katanya.

Lima mahasiswa baru UNG asal Papua terdiri Suzeth Hatting Fakdawer dari Fakfak (Fakultas Ilmu Pendidikan Bimbingan dan Konseling), Emilia Jaharudin Tanggahma dari Fakfak (Fakultas Bahasa Jurusan Sastra Inggris), Arincu Suhun dari Kabupaten Sarmi (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Oktovina Womsiwor dari Fakfak (Fakultas Ekonomi), dan Florentinus B Kapi dari Asmat (Fakultas MIPA jurusan biologi).

“Kami hidup di Papua dengan posisi seperti itu. Setelah mendengar paparan tadi, kami mahasiswa Papua di Gorontalo merasa tenang. Kami bisa belajar dengan baik. Kami berharap nanti setelah lulus, kami bisa pulang membangun Papua dan Indonesia,” ujar Suzeth, yang juga memimpin menyanyikan lagu Kita Semua Bersaudara Indonesia Manise.

Plh Rektor UNG Mahludin H Baruadi, menilai, sangat banyak manfaat dari kuliah umum yang berikan Kepala BNPT. Menurutnya, apa yang diberikan Kepala BNPT sangat substantif, filosofis, dan bagaimana bukti nyata ancaman radikalisme, terorisme, dan anti-NKRI.

“Mudah-mudahan para mahasiswa memiliki referensi yang betul-betul nyata, agar mereka terhindar dari paham radikalisme, terorisme, dan anti-NKRI,” katanya.



Sumber: PR