Asap Karhutla, Libur Sekolah di Kota Jambi Bisa Bertambah

Asap Karhutla, Libur Sekolah di Kota Jambi Bisa Bertambah
Wali Kota Jambi Syarif Fasha usai pertemuan wali kota se-Indonesia di Kota Bogor, 9 September 2019. ( Foto: Beritasatu / Vento Saudale )
Vento Saudale / HA Senin, 9 September 2019 | 15:00 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Jambi Syarif Fasha belum bisa memastikan batas waktu pemberlakukan libur selama tiga hari bagi seluruh sekolah akibat kualitas udara yang buruk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga saat ini, sekitar 8.000 warga Jambi mengalami permasalahan gangguan pernapasan.

"Intinya masih tentatif. Apabila kualitas di Jambi masih buruk, sekolah libur bagi PAUD, TK hingga kelas empat SD dan pembatasan waktu belajar bagi pelajar kelas lima, enam dan SMP akan tetap diberlalukan," kata Syarif usai pertemuan wali kota se-Indonesia di Kota Bogor, Senin (9/9/2019).

Sebelumnya dia telah mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang antisipasi dampak kabut asap. Untuk sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diliburkan selama tiga hari pada 9-11 September 2019.

Untuk siswa Sekolah Dasar kelas satu sampai kelas empat diliburkan selama dua hari pada 9-10 September 2019. Dan untuk kelas lima dan enam dikurangi jam belajarnya, yakni masuk pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB pada hari Senin dan Selasa.

"Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS), pengukuran konsentrasi partikulat menunjukkan kualitas udara di daerah itu kategori berbahaya. Atas alasan itulah Pemkot Jambi memutuskan untuk meliburkan anak sekolah," paparnya.

Secara geografis, lanjut Syarif, Kota Jambi terpapar asap karhutla dari Kabupaten Jambi, Sumatera Selatan dan Riau. Sekitar 8.000 warga Jambi pun sudah terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kota Jambi berada di tengah Provinsi Riau dan Sulsel. Dampak dari Karhutla korban ISPA terus meningkat, sudah ada 8.000 warga yang terpapar ISPA mendapatkan rumah sakit," tambah Syarif.



Sumber: BeritaSatu.com