Sebanyak 14 Kecamatan di Lebak Alami Krisis Air Bersih

Sebanyak 14 Kecamatan di Lebak Alami Krisis Air Bersih
Ilustrasi penyaluran bantuan air bersih. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
/ YUD Senin, 9 September 2019 | 15:50 WIB

Lebak, Beritasatu.com - Sebanyak 14 Kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan terjadi kekeringan di daerah itu.

"Kami setiap hari mendistribusikan pasokan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan," kata Kepala Seksi Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Bernardi di Rangkasbitung, Minggu (9/9/2019).

Masyarakat yang mengalami krisis air bersih setelah air bawah tanah, seperti sumur, jetpump dan sumber mata air mengering akibat kemarau.

Mereka saat ini masyarakat yang dilanda krisis terpaksa berjalan kaki menuju lokasi daerah aliran sungai juga membuat lubang-lubang di tepi sungai untuk menampung air.

Selain itu warga mereka pada dinihari mendatangi sumber mata air yang ada dengan mengantre untuk mendapatkan air.

Bahkan, masyarakat juga ada menggunakan air kolam untuk kebutuhan mandi cuci dan kakus (MCK),padahal air tersebut tidak layak.

"Kami meminta warga yang didilanda krisis air bersih segera mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih ke BPBD setempat," ujarnya.

Ia mengatakan, ke-14 kecamatan yang terjadi krisis air bersih antara lain Kecamatan Sajira, Cipanas, Bojongmanik, Leuwidamar, Cirinten, Warunggunung, Gunungkencana, Cigemblong, Cijaku, Cihara, Wanasalam, Panggarangan, Bayah, Cilograng.

Kemungkinan besar kecamatan yang dilanda krisis air bersih dipastikan meluas karena hingga saat ini belum turun curah hujan.

Meskipun beberapa hari terjadi hujan, namun intensitasnya relatif kecil.
Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan stok air bersih dengan mengerahkan sebanyak tiga kendaraan tangki dengan kapasitas 18.000 liter.

"Kami hari mendistribusikan air bersih ke Kecamatan Cihara dan Panggarangan," katanya.

Sejumlah warga Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka merasa lega setelah mendapat bantuan air bersih dari tangki BPBD setempat.

Pasokan air bersih dipastikan mencukupi untuk kebutuhan dua hari ke depan.

"Kami berharap satu pekan sekali bisa didistribusikan air bersih untuk kebutuhan MCK," ujarnya.

Sementara itu, Camat Wanasalam Kabupaten Lebak Cece Saputra mengatakan pihaknya sudah melaporkan krisis air bersih yang melanda Desa Muara ke BPBD agar dapat bantuan pasokan air bersih.

Sebab, masyarakat di desa itu jika kemarau mengalami krisis air bersih.
"Kita sudah biasa jika kemarau dipastikan warga Desa Muara mengalami krisis air bersih karena air bawah tanah mengering," katanya.

 



Sumber: ANTARA