Pemerintah Masih Batasi Kehadiran Wartawan Asing di Papua

Pemerintah Masih Batasi Kehadiran Wartawan Asing di Papua
Menkopolhukam Wiranto (tengah), didampingi Panglima TNI Masekal Hadi Tjahjanto (kiri), dan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, memberikan keterangan pers usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo terkait perkembangan terkini situasi Papua dan Papua Barat di ruang kerja Presiden, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 30 Agustus 2019 Malam. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / WM Senin, 9 September 2019 | 20:14 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah masih membatasi kehadiran warga asing termasuk wartawan asing di Papua. Hal itu untuk menunggu kondisi Papua benar-benar aman. Alasan lainnya untuk mencegah munculnya berita provokasi tentang Papua.

“Keadaan memang membutuhkan kondisi yang terus kita pelihara kondusif. Untuk kehadrian wartawan asing, orang asing, itu masih pertimbangkan untuk diberikan kebebasan seperti semula,” kata Wiranto, di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Ia menjelaskan, kehadiran warga negara asing di Papua memang dibutuhkan. Hal itu karena ada banyak obyek wisata di wilayah Papua seperti Raja Ampat. Namun kehadiran mereka tidak bisa sebebasnya karena membedakan wartawan dan provokator tidak mudah.

“Kita berlakukan pembatasan dengan syarat-syarat tertentu, tidak sebabas-bebasnya. Kita harapkan pulih kembali, kita undang kembali seperti di Raja Ampat, sementara ini belum,” tutur Wiranto.

Dia menegaskan, jika kondisi Papua sudah aman dan normal, wisawatan asing boleh bebas masuk ke Papua. Hal itu karena wilayah Papua juga perlu dikunjungi warga asing untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Kita harapkan nanti pulih kembali, justru kita nanti ingin wisatawan, di tempat-tempat lain yang indah di Papua. Sementara ini memang belum. Jadi keadaaan inilah yang memaksakan kita melakukan langkah-langkah (pembatasan, Red) seperti itu,” kata Wiranto



Sumber: BeritaSatu.com