Kerusuhan di Papua, Total Tersangka Jadi 85 Orang

Kerusuhan di Papua, Total Tersangka Jadi 85 Orang
Polisi menggelar razia senjata tajam di Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Robert Isidorus )
Farouk Arnaz / HA Senin, 9 September 2019 | 20:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka dalam kasus kerusuhan di Papua dan Papua Barat terus bertambah. Kini ada 85 tersangka di mana 20 di antaranya masih berstatus buron. Polisi juga memastikan kerusuhan di Jayapura adalah hasil perencanaan.

“Perannya di lapangan dan di luar lapangan, mastermind (dalang) baik di dalam maupun luar negeri. Di Jayapura ada 31 tersangka dari sebelumnya 28, di Timika 10, Kabupaten Deiyai 14 orang. Jadi sampai dengan hari ini Polda Papua sudah menetapkan 55 tersangka,” kata Karo Penmas Polri Brigien Dedi Prasetyo di Mabes Polri Senin (9/9).

Kemudian di Papua Barat, Dedi melanjutkan, jumlah tersangka ada 30 orang. Di antaranya di Manokwari ada 15 orang, Sorong 11 orang tersangka dan 11 DPO, Fakfak tiga tersangka dan delapan DPO sedangkan untuk Teluk Pintoni ditetapkan satu tersangka dan satu DPO.

“Total Papua Barat ada 30 tersangka. Kemudian ada 20 orang yang jadi DPO. Kaitan dengan Papua, Polda Metro menangkap delapan tersangka, Polda Jatim dari dua menjadi tiga tersangka atas nama Adi dan satu DPO,” urainya.

Para tersangka di Polda Papua itu termasuk FK, mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cendrawasih. Dia menggerakkan mahasiswa junior di Uncen dan juga menggerakkan massa.

“Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh Polda Papua di rusun di Jayapura, kita ketahui bahwa kerusuhan yang ada di Jayapura itu adalah bukan spontanitas, tapi ada desain kerusuhan itu,” sambungnya.

Beberapa barang bukti yang disita oleh aparat Polda Papua dan Polres Jayapura adalah busur, anak panah, dan banyak benda tajam yang dipersiapkan untuk melakukan kerusuhan. Juga ada parang, kapak, linggis dan senjata tajam lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com