Kapolda Jatim Pastikan Hoax Adanya Teror Ular di Asrama Mahasiswa Papua

Kapolda Jatim Pastikan Hoax Adanya Teror Ular di Asrama Mahasiswa Papua
Spanduk penolakan untuk calon tamu bertuliskan "Siapapun Yang Datang Kami Tolak" di bagian pagar Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Kota Surabaya, Jatim, Selasa 20 Agustus 2019. (Foto: Antara)
Aries Sudiono / CAH Selasa, 10 September 2019 | 09:49 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Polda Jatim menyebut kasus teror pelemparan ular piton di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya merupakan berita bohong (hoax). Sebab, hingga kini tidak ada laporan pengaduan yang masuk ke Polisi, baik di Polsek Tambaksari, Polrestabes Surabaya dan Mapolda Jatim, mengenai kejadian tersebut.

Polda Jatim belum bisa menggali informasi dari mahasiswa Papua penghuni asrama di Jalan Kalasan, Surabaya, karena mereka menolak ditemui dan diajak kerja sama untuk mengungkap kasus tersebut.

“Saya sudah menugaskan anggota dan bahkan meminta bantuan wartawan, tokoh keluarga besar Papua di Surabaya, sejumlah pendeta, pimpinan ormas, bahkan pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk mengecek informasi tersebut. Namun sampai Selasa pagi ini tidak ada yang bisa tembus terkait kebenaran berita tersebut,” tandas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan yang dikonfirmasi melalui Kabiud Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, tadi pagi.

Kapolda mengungkapkan, bahwa terkait isu (teror pelemparan ular) yang ia dengar sejak Senin (9/9/2019) pagi, pihak langsung berusaha konfirmasi kebenarannya ke teman-teman penghuni asrama mahasiswa di Jalan Kalasan, Surabaya.

"Bahkan saya meminta bantuan wartawan yang memiliki kedekatan dengan beberapa penghuni asrama, juga pimpinan Keluarga Besar Papua di Surabaya serta teman-teman yang ada di LBH Surabaya, semuanya tidak berhasil,” ujar Luki Hermawan.

Kapolda berharap warga Papua yang ada di asrama bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian agar kasus ini bisa segera terungkap. “Kami nyatakan itu hoax (isu teror ular). Kami belum bisa konfirmasi, belum bisa mengetahui. Kalau ada laporan kami proses. Kami minta bukti-buktinya,” ujar Luki.

Kabar adanya terorini bermula dari Joab Orlando, salah seorang penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya, lewat akun media sosialnya. Dia mengunggah adanya provokasi dari empat orang tak dikenal yang melemparkan tiga ekor ular tak dikenal yang dibungkus kain dan seekor ular jenis piton yang dimasukkan dalam karung plastik bekas wadah beras dalam posisi terbuka, Senin (9/9) sekitar pukul 04.00 WIB.

Keempat ekor ular berbeda itu langsung bergerak begitu lepas dari karung. Ular dalam bungkus karung itu dibawa empat orang berboncengan dua sepeda motor yang tidak diketahui pasti jenisnya.

Teror seperti itu menurut Orlando bukan untuk yang pertama, karenanya pintu gerbang asrama selama ini ditutup rapat guna menghindari aksi-aksi yang disebutkannya dilakukan orang-orang tertentu yang tidak suka dengan damainya warga Papua yang sedang menuntut ilmu di Kota Surabaya.

“Yang seekor jenis piton dapat kita tangkap, tetapi tiga ekor yang kecil-kecil dan tidak kita kenali dua ekor hilang merayap di sekitar asrama dan seekor lagi masuk selokan. Ia khawatir ketiga ular yang lepas itu berbisa. 



Sumber: Suara Pembaruan