Masyarakat Kalbar Doa Bersama untuk Negeri dan Minta Hujan

Masyarakat Kalbar Doa Bersama untuk Negeri dan Minta Hujan
Ribuan masyarakat Kalbar melakukan "Doa Bersama untuk Negeri", Senin (9/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Selasa, 10 September 2019 | 09:57 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Ribuan masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) dengan mengenakan pakaian adat daerah melaksanakan “Doa Bersama untuk Negeri”, demi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI, Senin (9/9/2019). Selain itu doa bersama ini juga memohon kepada Tuhan agar dapat segera turun hujan sehingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) segera berakhir.

Doa bersama juga diikuti para tokoh masyarakat dan agama di Kalbar dari berbagai agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Tionghoa, Hindu dan Buddha yang berhimpun dalam satu panggung.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, menyikapi situasi keamanan dan ketertiban dalam menghadapi agenda nasional maupun daerah, perlu kiranya kita memanjatkan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa agar negara kesatuan Republik Indonesia khususnya wilayah Kalbar selalu dalam lindungan-Nya, dalam keadaan aman, damai, dan makmur.

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan agama yang berbeda khususnya di Kalimantan Barat. Penduduknya dapat menjaga dan menciptakan rasa aman, hal itu adalah berkat bersinerginya semua insan elemen masyarakat yang mengerti bahwa rasa aman merupakan kebutuhan hakiki umat manusia.

Terkait kejadian di Papua dan Papua Barat, pihaknya mengajak masyarakat Kalbar untuk tidak terpengaruh, tetap menjaga keamanan dan persatuan . Selanjutnya juga turut menjaga masyarakat Papua yang ada di Kalbar untuk menunjukkan bahwa masyarakat Kalbar sangat mencintai persatuan.

Terkait Karhutla yang terjadi di wilayah Kalbar juga menjadi perhatian kita semua, Kapolda meminta meningkatkan kewaspadaan dan empati untuk memdamkan api yang membakar lahan.

“Dalam kesempatan ini kita panjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa agar setelah doa bersama ini dapat segera menurunkan hujan untuk mengurangi asap Karhutla khususnya di Kalbar. Sehingga tidak menimbulkan kendala dalam perputaran ekonomi masyarakat Kalbar,” ujar Didi Haryono.

Seperti diketahui kabut asap dalam beberapa pekan ini masih menyelimuti Provinsi Kalbar. Untuk mengantisipasi kabut asap ini jajaran Pemprov Kalbar hingga daerah sudah bersinergi melakukan langkah tegas dalam penanganan Karhutla. “Dengan harapan masalah Karhutla ini dapat segera diselesaikan sehingga kabut asap hilang,” tambahnya.