Oktober, Tol Bakauheni-Palembang Resmi Tersambung

Oktober, Tol Bakauheni-Palembang Resmi Tersambung
Foto udara simpang susun jalan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang Kayu Agung Betung (Kapal Betung), Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. ( Foto: Antara Foto / Nova Wahyudi )
/ YUD Selasa, 10 September 2019 | 16:47 WIB

Palembang, Beritasatu.com - Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayuagung-Palembang siap beroperasional pada Oktober 2019 sehingga jalan tol dari Bakauheni (Lampung) menuju Palembang sejauh 365 kilometer sudah resmi tersambung.

“Saya sudah mendapatkan informasi ini dari Kementerian BUMN, dan rencananya Presiden Joko Widodo yang akan meresmikannya pada Oktober nanti,” kata Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Selasa (10/9/2019).

Jalan Tol Trans Sumatera yang membentang dari Lampung menuju Palembang terdiri dari beberapa ruas yakni Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Pematang Panggang-Kayu Agung, Kayu Agung-Palembang.

Ia mengatakan sejauh ini ruas jalan tol Kayu Agung-Palembang itu sudah layak fungsi atau sudah bisa digunakan masyarakat. “Namun untuk resminya Oktober, sementara ini masih grastis,” kata dia.

Menurut Herman Deru, keberadaan jalan tol Kayu Agung-Palembang sangat dinantikan untuk menguraikan kemacetan lalu lintas karena menjadi satu-satunya akses lalu lintas logistik antarprovinsi.

Seperti diketahui setelah rampungnya ruas tol di provinsi Lampung membuat ruas Lintas Timur di Sumatera Selatna menjadi begitu padat. Supir ruk-truk pengangkut logistik bisa lebih cepat memacu kendaraannya sehingga terjadi penumpukan di Kota Palembang karena menjadi jalur transisi ke kabupaten dan provinsi lain.

“Saya yakin, setelah tol Kayu Agung-Palembang lanjut tol Palembang-Betung ini sudah beres, penumpukan ini tentu bisa terpecah disitu," kata dia.

Ruas tol lainnya yang juga dinantikan segera Lampung yakni ruas tol Palembang-Betung karena menjadi jalur utama untuk menuju provinsi Jambi dan Bengkulu.

“Palembang-Betung kemungkinan sudah pekerjaan fisik pada 2020, karena saat ini semua sudah clear termasuk pembebasan lahan. Kami tinggal menunggu saja ini masuk Proyek Strategis Nasional (PSN)," kata dia.



Sumber: ANTARA