Progres Pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 32%

Progres Pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 32%
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (kiri) bersama President of China Railway Corporation (CRC) Lu Dongfu (kedua kiri) dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat China untuk Indonesia Xiao Qian (kedua kanan) mendengarkan penjelasan dari petugas ketika meninjau area "tunnel" 1 proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di kilometer 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta, 2 Mei 2018. (Foto: Antara / Aprilio Akbar)
Thresa Sandra Desfika / YUD Selasa, 10 September 2019 | 17:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai 32,8% hingga awal September 2019. Proyek senilai US$ 6 miliar tersebut ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2021.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengungkapkan, progres pengerjaan kereta cepat ini masih sesuai jadwal dan diproyeksikan pada akhir tahun ini bisa mencapai 53%. "Tahun ini target konstruksi 53%. Sekarang sudah sampai 32,8%. Stasiunnya ada 4 dan sudah mulai konstruksi semua. Target kalau operasi itu pada pertengahan 2021," terang Chandra di Jakarta, Selasa (10/9).

Lebih lanjut, dia menerangkan, realisasi pembebasan lahan untuk kebutuhan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah 99% dan sisa yang belum terbebaskan diharapkan tuntas dalam waktu 1-2 bulan ke depan. "Lahan sudah 99%. Tinggal sedikit lagi di Karawang, Bandung, dan sedikit di Bekasi. Kalau kita bebaskan ada proses konsinyasi. Konsinyasi makan waktu lama," sebut Chandra.

Chandra menyebutkan, 75% kebutuhan dana pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB). Hingga saat ini, dana pinjaman yang sudah cair senilai US$ 1,1 miliar. Dalam waktu dekat, PT KCIC segera menerima pencairan selanjutnya dari CDB senilai US$ 400 juta.

"Kami kalau sudah menerima pinjaman, langsung dibayarkan kontraktor karena dominan itu memang untuk bayar kontraktor," pungkas Chandra.



Sumber: BeritaSatu.com