Kebakaran Hutan di Tanjung Jabung Timur Semakin Membara

Kebakaran Hutan di Tanjung Jabung Timur Semakin Membara
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungabung Timur, Provinsi Jambi. ( Foto: Ist )
Radesman Saragih / FMB Selasa, 10 September 2019 | 20:35 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi semakin membara. Upaya pemadaman yang dilakukan melalui darat dan udara sama sekali tidak mampu memadamkan karhutla di daerah pantai timur Jambi itu. Bahkan luas karhutla di daerah itu terus meluas. Kawasan hutan dan lahan yang terbakar menimbulkan asap tebal karena sebagian besar lokasi kebakaran berada di hutan dan lahan gambut.

“Berdasarkan data yang kami peroleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabtim, luas karhutla di Tanjabtim hingga Selasa (10/9) sudah mencapai 448 hektare (ha). Sekitar 225 ha hutan dan lahan yang terbakar berada di wilayah Kecamatan Sadu,”kata Camat Sadu, Frans Aprianto di Tanjabtim, Jambi, Selasa (10/9).

Dijelaskan, karhutla di Sadu sudah terjadi lebih sepekan. Karhutla belum bisa dipadamkan karena sumber air yang minim. Kemudian kawasan hutan dan lahan terbakar cukup luas dan tersebar di beberapa lokasi.

“Pemadaman karhutla di Sadu sudah dilakukan sepekan ini. Baik pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara dengan menggunakan water bombing (bom air) menggunakan helikopter. Pemadaman tersebut sama sekali tidak dapat memadamkan karhutla hingga Selasa. Hanya hujanlah yang bisa memadamkan karhutla tersebut karena hutan dan lahan yang terbakar sudah cukup luas,” ujarnya.

Hujan Buatan
Sementara itu Gubernur Jambi, Fachrori Umar di Jambi, Selasa (10/9/2019) menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sudah mengajukan permintaan rekayasa cuaca untuk membuat hujan buatan di Jambi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun permintaan tersebut belum mendapat tanggapan.

“Hujan buatan perlu dilakukan di Jambi karena kondisi karhutla dan asap semakin parah. Upaya pemadaman menggunakan water bombing dan penyemprotan air lewat jalur darat sulit memadamkan karhutla di Jambi saat ini. Masalahnya kawasan hutan dan lahan yang terbakar cukup luas. Kemudian sumber air di lokasi karhula sulit,”katanya.

Dijelaskan, dirinya bersama Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS dan Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Kolonel TNI (Arh) Elphis Rudy sudah melakukan peninjauan lokasi karhutla melalui udara di beberapa kabupaten di Jambi, Senin (9/9).

“Hasil pantauan kami, karhutla semakin meluas dan asap semakin tebal. Penanganan karhutla harus segera dilakukan dengan mengadakan hujan buatan. Jika hujan tidak turun, karhutla di Jambi akan terus meluas karena sebagian karhutla seperti di Tanjabtim dan Sarolangun berada di hutan dan lahan gambut,” katanya. 



Sumber: Suara Pembaruan