Bupati Mimika Imbau Mahasiswa Papua Tidak Terprovokasi Isu Eksodus

Bupati Mimika Imbau Mahasiswa Papua Tidak Terprovokasi Isu Eksodus
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua yang juga Staf Khusus Kepresidenan Lenis Kogoya (kiri) berdialog dengan Bupati Mimika Eltinus Omaleng (kanan) saat memaparkan hasil mediasi terkait tuntutan ganti rugi hak ulayat atas tanah daerah operasi PT Freeport, Jakarta, 29 Juni 2015 ( Foto: Antara/Yudhi Mahatma )
Robert Isidorus / CAH Rabu, 11 September 2019 | 08:30 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengimbau seluruh mahasiswa asal Kabupaten Mimika di Pulau Jawa, Bali, Makassar dan Manado agar tetap melanjutkan perkuliahaan di tempat studi sebagaimana biasanya sampai selesai.

“Kepada seluruh mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika untuk tidak terprovokasi terhadap isu eksodus mahasiswa dari seluruh Pulau Jawa, Bali, Makassar, dan Manado agar tetap melanjutkan perkuliahaan di tempat studi sebagaimana biasanya sampai dengan selesai," imbau Bupati Omaleng seperti dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (11/9) pagi.

Bupati juga mengatakan tidak ada sistem pendidikan yang menjamin bahwa seluruh mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika dapat ditampung dan langsung melanjutkan perkuliahan di perguruan tinggi di Papua.

Pemerintah Kabupaten Mimika disebutnya juga tidak menyediakan anggaran bagi mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika yang pulang ke Papua maupun kembali ke tempat studi sehubungan dengan permasalahan dimaksud.

Lebih lanjut bupati juga menegaskan kalau pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan kepada mahasiswa Papua dimanapun berada.

"Pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Mimika di tempat masing-masing dan apabila terjadi hal-hal yang mengintimidasi mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika dalam proses perkuliahan selanjutnya, maupun aktivitas lainnya sebagaimana biasanya agar segera melaporkan kepada Bupati Mimika serta kepada pihak yang berwajib setempat."

Sementara itu Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mendatangi langsung asrama mahasiswa di kota study Makassar, Senin lalu. Menurutnya, sebagai kepala daerah, dirinya memiliki tanggungjawab penuh kepada anak-anak asli Jayawijaya yang sedang menempuh pendidikan di beberapa kota  di Indonesia.

“Saya ingin melihat langsung kondisi anak-anak kita yang ada di kota Makassar ini. Selain itu untuk memberikan pemahaman dan penguatan kepada anak-anak kita di sini untuk tetap semangat menyelesaikan pendidikan mereka,” ungkap Banua usai menggelar pertemuan bersama para mahasiswa Jayawijaya yang berstudi di kota Makasar.

Menurutnya, dengan situasi yang berkembang saat ini sebagai kepala daerah dirinya berkewajiban mengunjungi langsung para mahasiswa Jayawijaya diseluruh kota studi.



Sumber: Suara Pembaruan