Kementerian PUPR Beri Pelatihan Konstruksi Risha ke Korban Bencana

Kementerian PUPR Beri Pelatihan Konstruksi Risha ke Korban Bencana
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggala (tengah) dan Wali Kota Palu Hidayat (kanan), saat meninjau lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) di Kelurahan Duyu dan Petobo, Senin, 22 Oktober 2018. ( Foto: istimewa )
John Lory / JEM Rabu, 11 September 2019 | 08:36 WIB

Palu, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan pelatihan keterampilan konstruksi rumah instan sederhana sehat (Risha) kepada 40 orang korban bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pejabat Kementerian PUPR Darul Amin mengatakan, pelatihan keterampilan konstruksi berkaitan dengan teknologi pembangunan panel Risha bekerja sama dengan Yayasan Arsitek Komunitas Indonesia, sebagai upaya menambah wawasan mengenal konstruksi bangunan.

“Tentu ada perbedaan dengan yang lain. Teknologi ini berkualitas dan sederhana cocok untuk diterapkan di daerah rawan bencana,” kata Darul, Selasa (10/9/2019).

Menurut dia, rekomendasi teknologi Risha dalam tahap rekonstruksi pascabencana oleh Kementerian PUPR dipilih karena lebih sederhana, murah dan capat, bahkan teknologinya telah memiliki sertifikat pengujian dari Balai Litbang Perumahan.

Direktur Yayasan Arsitek Komunitas Indonesia, Yuli Kuswoyo, mengatakan peserta yang mengikuti uji kompetensi ini merupakan korban gempa, tsunami dan likuefaksi yang rumahnya rusak maupun hilang akibat terdampak bencana.

“Kami ingin mereka bisa membuat kualitas bangunan lebih baik lagi agar mereka lebih mandiri sehingga saat membangun lebih hemat biaya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut kata dia, juga sebagai upaya pemulihan sektor ekonomi bagi warga yang terdampak bencana di Sulteng.
“Dari sisi ekonomi, kami ingin mengangkat derajat mereka agar bisa mandiri dan tidak lagi bergantung dengan orang lain,” harapnya.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Dinas PU Bina Marga Sulteng itu, dibuka Kepala Dinas PU Bina Marga Penataan Ruang Sulteng, Syaifullah Djafar, ditandai dengan penyerahan secara simbolis helm dan pakaian pelatihan tenaga terampil konstruksi.

“Rumah Risha ini merupakan karakteristik pembangunan yang dibutuhkan masyarakat Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, pascabencana 28 September 2018 silam,” ujar Syaifullah Djafar. 

 



Sumber: Suara Pembaruan