Polda Jambi Tetapkan 15 Tersangka Pembakar Hutan

Polda Jambi Tetapkan 15 Tersangka Pembakar Hutan
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungabung Timur, Provinsi Jambi. ( Foto: Ist )
Radesman Saragih / CAH Rabu, 11 September 2019 | 11:27 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Jajaran Polda Jambi sudah menetapkan 15 orang tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan di Provinsi Jambi. Sedangkan jumlah kasus karhutla yang ditingkatkan dari kasus penyelidikan ke tahap penyidikan sebanyak 11 kasus. Seluruh kasus karhutla yang ditangani Polda Jambi saat in hasil tangkapan petugas Polda Jambi di lapangan, bukan laporan masyarakat.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, Selasa (10/9/2019) terkait penanganan kasus karhutla di Jambi.

Menurut Kuswahyudi Tresnadi, kasus karhutla yang ditangani kepolisian di Jambi terdapat di beberapa kabupaten, antara lain Kabupaten Muarojambi, Sarolangun, Tebo, Tanjungjabung Timur dan kabupaten lain. Sebagian kasus karhutla tersebut diproses langsung di polres kabupaten dan sebagian di Polda Jambi.

“Para tersangka pelaku karhutla yang kini ditahan dan diperiksa polisi di Jambi berasal dari petani. Para tersangka ada yang tertangkap tangan di lokasi kebakaran hutan dan lahan, sebagian ditangkap setelah polisi menyelidiki lahan mereka yang sengaja dibakar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Muarojambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mardiono mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan di Muarojambi. Kemudian satu orang lagi petani masih dalam pemeiksaan.

“Petani yang masih dalam proses pemeriksaan diduga membakar lahan milik orang lain di Desa Pijoan, Kabupaten Muarojambi pekan lalu. Luas lahan yang terbakar mencapai 2.500 meter persegi,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya kini melengkapi berkas pemeriksaan tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan di Muarojambi. Dalam waktu dekat kasus karhutla tersebut dilimpahkan ke pihak kejaksaan. Selain itu Polres Muarojambi juga masih terus menyelidiki kasus terbakarnya lahan perusahaan di Muarojambi.

Sementara itu Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rudy Syaf memprihatinkan belum adanya korporasi atau perusahaan yang kena tindak tegas terkait karhutla di Jambi. Padahal karhutla di Jambi juga banyak terjadi di lahan perusahaan.

Menurut Rudy Syaf, berdasarkan data yang dihimpun KKI Warsi Jambi sejak Januari – 1 September 2019, luas hutan dan lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 18.000 ha. Karhutla di kawasan hutan restorasi sekitar 6.579 ha, perkebunan kelapa sawit (4.359 ha), hutan tanaman industri (3.499 ha), lahan masyarakat (2.954 ha) dan hak pengusahaan hutan (1.194 h).

“Data karhutla tersebut kami peroleh dari hasil pantauan satelit Nasa, Lapan dan Aquaterra. Hasil pantauan satelit mengenai karhutla tersebut kami analisis dengan citra satelit landsat. Kemungkinan luas karhutla di Jambi masih bertambah karena karhutla masih terus terjadi di Jambi dua pekan terakhir,” tambahnya.

Semestinya, lanjut Rudy Syaf, pihak perusahaan yang lahannya terbakar juga perlu segera diperiksa kendati kebakaran di lahan mereka bukan mereka yang melakukan. Sesuai peraturan perundang – undangan, perusahaan yang lahannya terbakar juga perlu dikenakan sanksi hukum karena mereka dianggap lalai mencegah kebakaran di lahan mereka.



Sumber: Suara Pembaruan