Perbaiki Ekosistem Investasi, Jokowi Agendakan Rapat Maraton

Perbaiki Ekosistem Investasi, Jokowi Agendakan Rapat Maraton
Suasana rapat Kabinet Kerja. ( Foto: Antara )
Novy Lumanauw / FER Rabu, 11 September 2019 | 18:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengagendakan rapat secara maraton setiap dua hari sekali selama sebulan untuk memperbaiki ekosistem investasi di Indonesia. Rapat tersebut juga akan melibatkan pemerintah daerah, termasuk para gubernur, bupati, dan wali kota untuk menghasilkan sinergi aturan-aturan terkait investasi, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah.

"Dalam sebulan ke depan, mulai hari ini (Rabu, 11 September- Red), mungkin setiap dua hari sekali, kita akan terus-menerus mengadakan rapat, khusus menyelesaikan yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Presiden mengatakan, perbaikan ekosistem investasi sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor, khususnya investor asing. Disebutkan bahwa di tengah melambatnya perekonomian global, yang menurut sejumlah kalangan sedang mengarah pada resesi, kehadiran investasi asing langsung sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Perbaikan ekosistem investasi harus terus-menerus dilakukan hingga betul-betul kita mendapatkan sebuah keputusan yang konkret, sehingga perbaikan ekosistem berinvestasi betul-betul kita peroleh," kata Jokowi.

Presiden juga telah menginstruksikan jajaran pimpinan Kementerian dan Lembaga yang terkait dengan ekonomi untuk menginvetarisasi semua regulasi yang menghambat arus masuk investasi, khususnya Foreign Direct Investment (FDI).

"Saya ulang lagi, menginventarisasi perusahaan-perusahaan manca negara yang sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya di negara kita, namun terlambat terealisasi karena mengalami kendala di lapangan sehingga belum terealisasi. Yang gede-gede banyak, yang sedang-sedang lebih banyak,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, Kementerian/Lembaga harus bekerja cepat untuk mengatasi permasalahan yang membuat investor enggan berinvestasi di negara ini.

"Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa kita perlu bekerja cepat dan mengatasi masalah-masalah yang seringkali kita buat sendiri yang membelenggu kita sendiri,” kata Jokowi.

Diakuinya, dalam lima tahun terakhir, terjadi peningkatan ekosistem investasi di negeri ini yang ditandai meningkatnya peringkat ease of doing business. Namun, capaian itu belum cukup karena minimnya investor yang merelokasi bisnisnya ke Indonesia di tengah berkecamuknya perang dagang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

"Saya tahu dalam 5 tahun ini memang sudah ada peningkatan yang baik dalam ease of doing business. Peringkat kita naik dan kita juga mulai menyederhanakan perizinan lewat OSS, tapi dalam faktanya itu belum cukup. Tidak cukup," pungkas Jokowi.



Sumber: Investor Daily