Kemhan Kembali Menjadi Tuan Rumah Dekranas 2019

Kemhan Kembali Menjadi Tuan Rumah Dekranas 2019
Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Muffidah Jusuf Kalla didampingi Ketua Penyelenggara Pameran, Yanti Isfandiary Airlangga serta Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (keempat dari kiri) meninjau stan peserta Pameran Apresiasi untuk Ibu Mufidah Jusuf Kalla sebagai Ibu Kerajinan Indonesia (kedua dari kiri) di Plasa Pameran Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa (23/4/2019). ( Foto: Ismewa )
Yeremia Sukoyo / WM Rabu, 11 September 2019 | 10:54 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional Dewan Kerajinan Nasional (Rakernas Dekranas) Tahun 2019 di Gedung AH Nasution Kemhan RI. Pembukaan Rakernas itu sendiri digelar pada Selasa (10/9/2019) ditandai dengan pemukulan alat musik talempong oleh Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla yang didampingi Nora Ryamizard Ryacudu dan Erni Tjahjo Kumolo.

Tema yang diangkat dalam Deklanas kali ini yaitu "Bekerja dengan Hati untuk Memajukan Kerajinan Indonesia" mengandung makna yaitu bertekad, bekerja keras, ikhlas tanpa pamrih untuk memajukan produk kerajinan guna memenangkan persaingan di pasar global. Dalam kesempatan itu, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri juga memberikan pencerahan mengenai "Hak Kekayaan Intelektual"

Menhan RI Ryamizard Ryacudu dalam keterangannya, Rabu (11/9/2019) berkesempatan menyambut Ketua Umum Dekranas yang juga Ibu Kerajinan Nasional Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla dalam sambutannya menjelaskan, Dekranas merupakan lembaga mitra pemerintah khususnya dalam membina dan mengembangkan produk kerajinan yang bernilai budaya menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat mengangkat harkat dan martabat perajin Indonesia. Hasil Perajin saat ini telah menjadi salah satu penyumbang perekonomian dari sektor ekonomi kreatif, fashion dan kuliner.

Dalam kesempatan itu, Mufidah juga mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kemampuan sumber daya, kreatifitas dan teknologi untuk memenuhi selera pasar yang diminati dan memiliki daya saing di pasar nasional dan global.

"Diharapkan pencerahan yang diberikan nara sumber dalam Dekranas dapat dijadikan bekal bagi Dekranas dan Dekranasda untuk memaksimalkan produk kerajinan," kata Mufidah Jusuf Kalla.

Saat ini, di Indonesia kerajinan tumbuh sangat bervariasi dari skala mikro kecil sampai skala menengah dengan berbagai kendala yang ada. Di antaranya seperti pemasaran, permodalan dan teknik produksi. Beberapa produk sudah berhasil menembus pasar ekspor namun persaingan di pasar global semakin ketat.

Untuk itu diperlukan upaya nyata untuk mendorong pengrajin agar dapat bersaing di pasar global. Peran Dekranas dan Dekranasda sangat diperlukan terutama dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia perajin serta progam pembinaan yang tepat sehingga pada gilirannya dapat menghasilkan produk kerajianan yang kreatif, berkualitas berbasis tradisi dan warisan budaya yang menguasai pasar dalam negeri dan internasional.

Sementara itu Presiden ke-5 RI Megawati saat memberikan pencerahan kepada peserta Dekranas mengenai "Hak Kekayaan Intelektual", menegaskan pentingnya hak paten masuk dalam sebuah ilmu yaitu hak kekayaan intelektual. Pada prinsipnya hak paten akan bisa dilakukan secara lokal dan internasional. Sebaiknya produk-produk dipatenkan dari hulu ke hilir untuk menghindari pemalsuan produk.

Untuk itu perlu adanya kerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM dengan harapan dapat menggerakkan para pengrajin mengingat pesaing terberat Indonesia saat ini dalam masalah HAKI adalah Thailand, Vietnam dan Myanmar.



Sumber: Suara Pembaruan