BJ Habibie Wafat, PSI: Kita Kehilangan "Mantan Terindah"

BJ Habibie Wafat, PSI: Kita Kehilangan
Pasukan Pengaman Presiden (Pasprampres) mengangkat peti jenasah Presiden ke 3 RI BJ Habibie, saat tiba di rumah duka di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / WM Rabu, 11 September 2019 | 21:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie yang meninggal dunia, pada Rabu (11/9/2019) pada pukul 18.05 WIB. Raja mengakui PSI merasa kehilangan "mantan (presiden) terindah" yang akan selalu dikenang.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan "mantan terindah." Sifat seorang negarawan yang hampir sulit ditemukan di Indonesia hari-hari ini," ujar Raja Juli Antoni, di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

BJ Habibie, kata Antoni, sangat berjasa dalam mengawal proses awal lahirnya reformasi. Menurut dia, BJ Habibie telah meletakkan fondasi demokrasi Indonesia yang kuat.

"Pak Habibie berjasa mengawal proses reformasi yang masih bayi ketika itu. Kebebasan pers, otonomi daerah dan lain-lain dimulai pada era beliau. Pada masa Pak Habibie fondasi demokrasi dibangun," tandas dia.

Antoni memastikan, meskipun BJ Habibie telah pergi secara fisik, namun hasil kerjanya tetap dikenang.

"Pak Habibie boleh pergi, tapi hasil kerjnya tetap terpatri di dalam hati," ungkap Antoni.

Diketahui, Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia, Rabu (11/9/2019) pada pukul 18.05 WIB. BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada usia 83 tahun. Habibie telah menjalani perawatan intensif di Paviliun Kartika RSPAD sejak Senin (2/9/2019) lalu.

Meninggalnya Habibie disaksikan keluarga terdekatnya serta kedua putra Habibie, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie serta cucu-cucu dari Habibie.



Sumber: BeritaSatu.com