IONChain Dorong Kolaborasi Blockchain dan Internet

IONChain Dorong Kolaborasi Blockchain dan Internet
2000 peserta hadir dalam Global Blockchain Summit 2019, Jakarta Senin 29 Juli 2019. Ajang ini merupakan sarana pertukaran informasi dan pengalaman dari para stakeholder dalam bentuk lokakarya dan seminar serta business matching diantara para pimpinan bisnis. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Heriyanto / HS Kamis, 12 September 2019 | 15:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kolaborasi internet dan blockchain yang menjadi pendorong dan pemberdayaan bagi seluruh industri internet of things (IoT). IONChain menerapkan penyimpanan data IoT terenkripsi dan terdistribusi yang memiliki tingkat pengamanan tinggi. Ini merupakan

Chong Wang selaku Founder IONChain dalam keterangan tertulis di Jakarta menjelaskan untuk membuat blockchain dan internet terintegrasi dengan baik, solusi spesifik diperlukan. Saat ini, beberapa perusahaan sedang melaksanakan proyek yang menggabungkan blockchain dan asosiasi objek.

“Jika Internet dan blockchain berjalan beriringan dengan baik, blockchain akan menjadi pendorong dan pemberdayaan bagi seluruh industri IoT,” katanya.

Dia menjelaskan, IONChain saat ini menggabungkan internet dan blockchain, sedang mencoba untuk melepaskan energi lewat interaksi dengan konsumen. Hal itu akan melahirkan solusi yang unik dan berujung kepada pemberdayaan internet sebagai sistem komputasi terkait atau IoT.

Dikatakan, IONChain mengusulkan konsep "semua hal/benda adalah penambang" dimana setelah semua perangkat IoT terhubung ke jaringan the IONChain maka akan memperoleh hadiah dari penambangan melalui "algoritma ionisasi".

Tao Liu yang juga CEO IONChain, mengatakan pihaknya menggunakan sistem file interplanesial untuk menerapkan penyimpanan data IoT terenkripsi terdistribusi dan data yang dimiliki oleh pengguna dengan kunci pribadi atau pengamanan yang terjamin.
Selain itu, penyimpanan dan pemisahan transaksi dapat memenuhi kebutuhan data IoT yang besar, dan melalui kontrak pintar, secara bertahap mewujudkan transaksi antara perangkat dan perangkat.

Akhirnya, rantai ionik bisa kompatibel sampai ke masa yang akan datang. Untuk sistem IoT yang ada, rantai ionik menyediakan transformasi data tingkat perangkat lunak, ekstraksi nilai, pengemasan alat, dan pemeliharaan simpul.

Sementara itu, sebuah seminar tentang blockchain akan digelar pada Jumat (13/9) di Hotel Sheraton Grand Gandaria City Jakarta. Acara yang bertema Empowering Blockchain Summit itu akan menemukan solusi dan berbagi wawasan tentang cara yang lebih baik dalam menerapkan teknologi blockchain ke industri di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Dalam seminar perdana itu juga akan mempertemukan para pemimpin, pendiri dan pengembang perusahaan besar untuk bersama-sama membangun momentum dan untuk terlibat dalam diskusi tentang masa depan industri blockchain.



Sumber: Suara Pembaruan