Jimly Setuju Dewan Pengawas Asal Tidak Lemahkan KPK

Jimly Setuju Dewan Pengawas Asal Tidak Lemahkan KPK
Jimly Asshiddiqie ( Foto: Antara/Yudhi Mahatma )
Hotman Siregar / HA Kamis, 12 September 2019 | 17:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie setuju dibentuknya dewan pengawas dalam usulan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, dewan pengawas merupakan perluasan fungsi dari dewan penasihat KPK.

“Ya kalau sifatnya internal tidak apa-apa (dewan pengawas), tidak mengganggu independensi internal KPK. Jadi orangnya dari luar empat misalnya, dari masyarakat tiga. Ya kan sama seperti KPK juga kan dari masyarakat,” kata Jimly, Kamis (12/9/2019).

Sejauh ini, kata dia, KPK memang sudah ada penasihat. Maka, dengan adanya dewan pengawas nantinya tidak perlu lagi ada dewan penasihat supaya tak terlalu banyak.

“Jadi dewan pengawas ini semacam perluasan fungsi dewan penasihat yang sudah ada,” ujarnya.

Namun, Jimly mengingatkan pemilihan anggota dewan pengawas KPK juga harus dilakukan secara transparan. Selain itu, fungsi dewan pengawas KPK juga harus dipertegas perumusannya sehingga tidak mengganggu proses hukum.

“Misalnya kalau hal-hal penyadapan, izin penyadapan itu boleh juga, selama ini kan dari pengadilan. Nah sekarang izinnya dari pengawas, kan bisa juga,” jelas dia.

Di samping itu, Jimly tetap mengapresiasi kinerja KPK yang sudah bagus selama ini. Hanya saja, kata dia, apabila ada hal-hal perlu dievaluasi untuk memperbaiki UU KPK tentu tidak dilarang juga. Asalkan, jangan bertujuan memperlemah lembaga antikorupsi itu.

“Kita harus apresiasilah kinerja KPK sudah bagus selama ini, kecuali hal-hal perlu dievaluasi karena ada tuntutan untuk memperbaiki UU, ya tidak apa-apa sepanjang maksudnya bukan untuk mengebiri. Ya tergantung kesepakatan saja lah, kalau memang sudah disepakati harus diperbaiki ya diperbaiki, tapi jangan diperlemah, itu saja,” tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan