Pascaserangan, Dua Buaya Muncul di Sungai Simangalam

Pascaserangan, Dua Buaya Muncul di Sungai Simangalam
Buaya di tepi Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut). (Foto: Istimewa)
Arnold H Sianturi / HA Kamis, 12 September 2019 | 18:39 WIB

Labuhanbatu Utara, Beritasatu.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) menyaksikan kemunculan dua buaya dewasa sepanjang tiga meter di Sungai Simangalam di Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut).

"Buaya muara itu terlihat oleh petugas kita saat melakukan pengecekan atas kebenaran informasi tentang seorang warga yang kritis akibat diterkam buaya di Sungai Simangalam. Buaya terlihat tidak jauh dari lokasi Misran diserang buaya," ujar Kepala Bidang Wilayah II Pematang Siantar BBKSDA Sumut, Seno Pramudhita, Kamis (12/9/2019).

Menurut Seno, dua buaya itu muncul hanya sebentar ke permukaan sungai. Setelah itu, buaya itu kembali menghilang. BBKSDA pun belum dapat memastikan jumlah buaya yang ada di Sungai Simangalam. Petugas mengindikasikan ada habitat buaya muara di sungai itu. Sebab, jarak sungai ke muara yang diduga menjadi habitat buaya sekitar 20 kilometer.

"Jika kemungkinan berkembang biak maka itu tergantung pada jenis kelamin buaya itu. Yang pasti, kebiasaan hewan buas ini bepergian meninggalkan habitat bersamaan dengan buaya lain. Kalau buayanya memiliki jenis kelamin berbeda maka dapat dipastikan berkembang biak. Oleh karena itu, masyarakat jangan lagi beraktivitas di sungai itu," katanya.

Menurutnya, pihaknya akan mencari solusi terbaik untuk mengatasi keresahan masyarakat setelah seorang pemancing diserang buaya di sungai tersebut. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menangkap dua buaya tersebut. Namun, untuk menangkap buaya muara dari dalam sungai tidak mudah.

Sebelumnya, seorang warga diterkam buaya saat sedang memancing ikan di Sungai Simangalam, Minggu (8/9/2019).

"Warga kami yang diserang buaya itu bernama Misran. Korban mengalami luka robek perut, dada, punggung dan lainnya. Korban dilarikan ke rumah sakit," ujar Kepala Desa Simangalam A Marpaung.

Marpaung mengatakan, Misran hendak dimangsa buaya saat sedang berada di atas sampan. Saat itu, Misran sedang memancing ikan di sungai Simangalam dan tidak menyadari ada buaya yang mendekat.

"Tiba-tiba buaya ukuran besar menyerang. Misran sangat terkejut dan sampan terbalik. Misran langsung berenang menuju pinggiran sungai. Buaya kemudian menerkam dan melukai sekujur tubuhnya," kata Marpaung.

Misran kemudian menjerit minta pertolongan warga yang saat itu ada di pinggiran sungai. Dengan menggunakan kayu panjang, warga memukuli badan buaya. Sebagian lagi melempar batu ke arah buaya.

Dalam kondisi berlumuran darah, Misran langsung dievakuasi dari sungai. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Labuhanbatu. Kejadian itu menimbulkan kehebohan di tengah warga sekitar.



Sumber: Suara Pembaruan