Penderita HIV/AIDS di Bengkulu Capai 1.009 Orang

Penderita HIV/AIDS di Bengkulu Capai 1.009 Orang
Kampanye anti-HIV/AIDS. ( Foto: Antara )
Usmin / JEM Jumat, 13 September 2019 | 15:17 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu, mencatat jumlah penderita HIV/AIDS positif di daerah ini tercatat sebanyak 1.009 orang. Penderita HIV/AIDS sebanyak ini ditemukan dalam kurun waktu 2001-2019.

"Data yang dimiliki Dinkes jumlah penderita HIV/AIDS di Bengkulu, tercatat sebanyak 1.009 orang. Sebanyak 209 di antaranya dilaporkan sudah meningal dunia. Sedangkan sisanya masih hidup berusaha untuk sembuh mengkonsumsi obat khusus," kata Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskan, penderita HIV/AIDS sebanyak 1.009 orang itu, tersebar di 10 kabupatan dan kota di Bengkulu, terbanyak penderita penyakit mematikan ini berada di Kota Bengkulu 722 orang kemudian disusul Rejang Lebong sebanyak 105 orang.

Selanjutnya Kabupaten Seluma 40 penderita , Bengkulu Utara 35 orang penderita, Bengkulu Selatan 34 orang penderita, Mukomuko 21 orang, Lebong 20 penderita, Kepahiang 17 penderita, Kaur 11 penderita dan Bengkulu Tengah sebanyak 4 penderita.

Sedangan penderita HIV/AIDS di Bengkulu, yang telah meninggal dunia meliputi Kota Bengkulu sebanyak 140 penderita, Rwjang Lebong sebanyak 36 penderita, Bengkulu Utara 13 orang, Seluma 9 orang, dan Bengkulu Selatan 6 orang.

Kepahiang tercatat 4 orang, Mukomuko, Lebong dan Bengkulu Tengah masing-masing 2 orang dan Kabupaten Kaur tercatat satu orang penderita.

Warga Bengkulu yang terjangkit penyakit mematikan tersebut, di antaranya berasal dari ibu rumag tangga (IRT), pekerja sex komersial (PSK), waria, kelompok LGBT, pengguna napza suntik dan warga binaan pemasyarakatan.

Sedangkan penularan penyakit ini mayoritas melalui hubungan seksual, pengguna jarum suntik dan transpusi darah. "Tiga hal inilah yang menyebabkan ada 1.009 warga Bengkulu terjangkit vius HIV/AIDS positif," ujarnya.

Terkait IRT berpotensi terjangkit virus HIV/AIDS, Herwan Antoni mengatakan, jajaran Dinkes Bengkulu, akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada para suami di daerah ini.

"Dengan gencarnya pencegahan HIV/AIDS melalui sosialisasi dan edukasi kepada para suami di Bengkulu, maka diharapkan kasus IRT terjangkit virus penyakit mematikan ini terus menurun dan akhirnya tidak ditemukan lagi di masa mendatang," ujarnya.

Herwan Antony menambahkan, penderita HIV/AIDS yang meninggal sebagian besar tidak bersedia lagi mengkonsumsi obat, dan menderita penyakit komplikasi, sehingga kekebalan tubuh terus anjlok dan akhirnya meninggal.

Kepala Dinkes Bengkulu menambahkanm, untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS pihaknya terus meningkatkan kegiatan sosilisasi, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pencegahan lainya terhadap masyarakat daerah ini, khususnya warga yang rentan terjangkit penyakit mematikan tersebut.

Selain itu, Dinkes Bengkulu memperbanyak layanan konsling masyarakat baik di Puskemas maupun RSUD di masing-masing kabupaten dan kota di daerah ini. "Melalui upaya ini diharapkan kasus HIV/AIDS di Bengkulu, dapat dikendalikan dengan baik kedepan," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan