13.542 Mahasiswa Asal Papua Sedang Belajar di Berbagai Daerah

13.542 Mahasiswa Asal Papua Sedang Belajar di Berbagai Daerah
Lukas Enembe Ancam Pulangkan Seluruh Mahasiswa Papua di Pulau Jawa ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Robert Isidorus / JEM Jumat, 13 September 2019 | 15:28 WIB

Jayapura, Beritasatu.com -  Sebanyak13.542 mahasiswa asal Papua saat ini menempuh studi di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Akibat perlakuan rasisme yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Kalasan, Surabaya pada pertengahan Agustus lalu, sejumlah 1.037 mahasiswa memilih pulang ke Papua karena dilandaka kekhawatiran akan jaminan keamanan mereka.

Terkait hal itu, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta seluruh mahasiswa asal Papua tetap melanjutkan kuliah di kota-kota studi yang sudah dipilihnya di Tanah Air. “Jika kota studi aman mengapa harus pulang kampung, tetap kuliah di sana kamu kamu punya hak untuk menuntut ilmu di negara ini," kata Lukas Enembe Enembe di Jayapura, Rabu (12/9/2019).

Menurut Enembe, pihaknya belum tahu pasti apa alasan 1.037 mahasiswa itu pulang ke Papua. “Apakah karena ada masalah di tempat kuliah ataukah ada skenario lain, saya masih mencari tahu masalah ini," katanya.

Enembe menyatakan masih akan bertemu ketua Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) dan mencari tahu masalah apa yang dihadapi mahasiswa di kota studinya.

Ia juga mengatakan bahwa seluruh mahasiswa Papua yang sudah kembali ke kota-kota studinya di Indonesia agar dijamin keamanannya. “Saya minta Kapolri untuk menjamin keamanan para mahasiswa," katanya.

Tak Dibiayai
Sementara Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa menegaskan, pihaknya tidak menyediakan anggaran pemulangan bagi mahasiswa yang pulang ke tempat asalnya.

Dikatakan, pemerintah menjamin dan keamanan dan kenyamanan para mahasiswa di mereka studi. “Apabila ada yang mengintimidasi saudara dalam proses perkuliahan maupun aktivitas lainnya diintimidasi, laporkan segera kepada kami serta kepada pihak yang berwajib agar segera ditanganim” tegas Yakobus.

Karenanya ia menghimbau seluruh mahasiswa asal Dogiyai tetap melanjutkan perkuliahan di perguruan tinggi yang sudah dipilihnya hingga selesai. Sebab, tidak ada sistem pendidikan yang menjamin seluruh mahasiswa yang pulang ke Papua maupun Papua Barat dapat ditampung dan langsung melanjutkan perkuliahan di perguruan tinggi di wilayah itu.

“Kepada seluruh mahasiswa asal Dogiyai jangan terprovokasi isu eksodus mahasiswa dari seluruh Jawa -Bali, Makasar dan Manado. Tetap melanjutkan kuliah sampai selesai,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan