Dewan Syuro PKB: Habibie Idola Santri

Dewan Syuro PKB: Habibie Idola Santri
KH Maman Imanulhaq dan istri berfoto bersama BJ Habibie, beberapa waktu lalu ( Foto: istimewa )
Willy Masaharu / WM Kamis, 12 September 2019 | 08:52 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Bangsa Indonesia kehilangan salah satu tokoh negarawan yang menjadi tauladan dalam kehidupan, Prof Dr Ing H BJ Habibie yang wafat pada Rabu (11/9/2019) jam 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

BJ habibie adalah salah satu referensi teladan. Sosoknya yang cerdas dan optimistis selalu menebar energi positif. Ia tokoh penting dan sentral yang menentukan arah masa depan demokrasi pada saat Indonesia mengalami transisi dan suksesi kepemimpinan nasional di awal-awal masa reformasi dari zaman Orde Baru menuju era reformasi.

Hal itu diungkapkan Wakil Sekertaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq yang akrab disapa Kang Maman, memberikan kesan kepada sosok BJ Habibie.

"Ia bukan hanya jenius, namun sukses membangun fondasi yang kukuh bagi demokrasi Indonesia", ungkap Kang Maman, di Jakarta, Kamis (13/9/2019)

Tidak hanya itu, BJ Habibie bagi Kang Maman adalah tokoh idola yang inspiratif bagi kalangan santri. Menurutnya, BJ Habibie adalah teknokrat yang romantis dan religius.

" Waktu Saya mondok di Jombang Jawa Timur, ada slogan santri  'Berhati Mekah, Berotak Habibie', kenang Anggota DPR terpilih Dapil Subang, Majalengka, dan Sumedang ini.

Salah satu pemikiran besar yang selalu ditekankan oleh Presiden ke-3 RI itu adalah Ilmu dan Teknologi (Iptek) harus diimbangi oleh Iman dan Takwa (Imtak). Kemajuan Teknologi tidak akan berarti tanpa dilandasi oleh fondasi peradaban moral yang tinggi.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, BJ Habibie dikenal sosok religius yang taat beribadah termasuk rajin berpuasa. Agama bagi Habibie bukan hanya baju atau identitas tapi perilaku, tindakan. dan akhlaq atau teladan.

Menurut Kang Maman, BJ Habibie merupakan salah satu tokoh yang dikagumi oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden ke-4 RI.

"Ada dua yang saya kagumi di Indonesia. Pertama Pak Quraish Shihab dalam ilmu Agama. Kedua, Pak Habibie dalam teknologi," ungkap Kang Maman mengutip Gus Dur.

Kang Maman menuturkan bahwa BJ Habibie yang mendorong ulama tafsir terkemuka, M Quraish Shibab menuliskan tafsir monumental yaitu Tafsir al-Misbah.

"Tafsir al-Misbah diselesaikan Pak Quraish Shibab selama 3 tahun. Ini tak lepas dari jasa BJ Habibie yang telah menempatkan Pak Quraish di Mesir", terang Kang Maman.

"Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat. Kalau saya disuruh memilih keduanya maka saya akan memilih ilmu agama", ujar Kang Maman mengutip cuplikan pidato BJ Habibie yang menakjubkan ketika kunjungan ke Kairo, Mesir.

"Kita kehilangan tokoh bangsa yang jadi idola para santri. Tugas kita mencetak santri seperti Pak Habibie. Oleh karena itu PKB akan terus memperjuangkan disahkannya RUU Pesantren secepatnya"', tegas Maman.



Sumber: Suara Pembaruan