OTT KPK Membuat Investor Takut Masuk Indonesia

OTT KPK Membuat Investor Takut Masuk Indonesia
Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (12/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yeremia Sukoyo / WM Kamis, 12 September 2019 | 16:06 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Calon Pimpinan (Capim) KPK, Johanis Tanak yang berlatarbelakang Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung, menilai, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang biasa dilakukan oleh KPK membuat takut investor, baik itu investor dalam maupun luar negeri.

"Akibat dari OTT yang dilakukan, investor asing, maupun dalam negeri jadi takut menginvestasikan investasinya di dalam negeri," kata Johanis Tanak dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut Johanis Tanak, idealnya KPK jangan sampai menakut-nakuti para investor dengan melakukan OTT. Jika ada kasus yang bisa dicegah, maka sebaiknya KPK ke depannya lebih mengedepankan pencegahan, ketimbang penindakan.

"Idealnya tidak ditakut-takutkan dengan OTT. KPK juga telah salah menggunakan kewenangan IT dalam penyadapan. Kedepan kita mengubah pola itu, seperti tunggu-tunggu dan tangkap. Ketika ada informasi, karena itu belum terjadi, kita undang yang bersangkutan, meminta penjelasan, diundang dan buat pernyataan di atas kertas," kata Johanis Tanak.



Sumber: Suara Pembaruan