Dapat KPU Award, Ketua KPU Kenang Pengaruh Habibie dalam Pemilu

Dapat KPU Award, Ketua KPU Kenang Pengaruh Habibie dalam Pemilu
Presiden RI Joko Widodo selaku Inspektur Upacara menutup Liang Lahat secara simbolis pada upacara pemakaman Presiden RI Ke 3 BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Kamis 12 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / WM Rabu, 11 September 2019 | 23:19 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie yang meninggal dunia, pada Rabu (11/9/2019) pada pukul 18.05 WIB. Arief mengungkapkan bahwa BJ Habibie adalah sosok yang berjasa dalam demokrasi dan Pemilu Indonesia.

"Salah satu kenangan kami dengan almarhum BJ Habibie yaitu pemberian penghargaan atas jasanya untuk demokrasi dan pemilu di Indonesia," ujar Ketua KPU Arief Budiman saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (11/9/2019).

Karena jasanya tersebut, KPU telah menganugerahkan KPU Award kepada BJ Habibie pada Tahun 2014. Penghargaan ini diberikan karena peran BJ Habibie pada pemilu pertama era reformasi tahun 1999.

Menurut Arief, BJ Habibie mempunyai andil yang besar menyiapkan penyelenggaraan pemilu mulai dari UU Pemilu, penyelengara dan peserta pemilu. Bahkan, kata Arief, pengambilalihan penetapan hasil pemilu yang dilakukan BJ Habibie pada saat itu merupakan keputusan yang tepat.

"Almarhum membuat UU Pemilu pas di saat yang tepat, termasuk saat mengambil alih penetapan hasil pemilu 99," ungkap Arief.

Arief mengaku banyak contoh dan teladan yang bisa diambil anak bangsa dari Mantan Menteri Ristek dan Teknologi ini, seperti kecerdasannya, harmoni dalam keluarga dan komitmennya untuk bangsa dan negara.

"Banyak contoh baik yang bisa diteruskan oleh seluruh anak bangsa, ibadahnya, harmoni keluarganya, kecerdasannya, dan komitmennya untuk bangsa dan negara. Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosa dan diterima segala amal baik," tutur Arief.

Diketahui, Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia, Rabu (11/9/2019) pada pukul 18.05 WIB. BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada usia 83 tahun. Habibie telah menjalani perawatan intensif di Paviliun Kartika RSPAD sejak Senin (2/9/2019) lalu.

Meninggalnya Habibie disaksikan keluarga terdekatnya serta kedua putra Habibie, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie serta cucu-cucu dari Habibie.

Jenazab BJ Habibie akan disemayamkan di rumah duka, Patra Kuningan, Jaksel setelah dimandikan dari RSPAD Gatot Soebroto. Berdasarkan informasi, jenazah teknokrat andal Indonesia itu bakal dimakamkan, Kamis (12/9/2019), di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, tepat berdampingan dengan pusara isteri tercinta, Ainun Habibie.



Sumber: BeritaSatu.com