Masinton Kecam Pimpinan KPK yang "Lempar Bola" ke Presiden

Masinton Kecam Pimpinan KPK yang
Masinton Pasaribu. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / HA Sabtu, 14 September 2019 | 03:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mempertanyakan tindakan sejumlah komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tiba-tiba membuat pernyataan menyerahkan mandat dan nasibnya kepada Presiden Joko Widodo, Jumat (13/9//2019).

Bagi Masinton, pernyataan itu sebenarnya membuktikan kegagalan para pimpinan KPK, ketidakmampuan memimpin institusi antikorupsi yang dibentuk oleh pemerintah dan DPR itu.

"Mereka kan disumpah, ini termasuk dalam kategori pelanggaran sumpah jabatan. Karena ini mundurnya tidak lazim," kata Masinton.

Dia lalu menyoroti Komisioner Saut Situmorang yang mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah lima komisioner baru terpilih di DPR. Setelah itu, dua komisioner lainnya yaitu Ketua Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode Syarif menyerahkan mandat sembari menunggu arahan dari presiden.

Masinton menilai manuver pimpinan KPK itu adalah tekanan baru kepada Presiden Jokowi atas kegagalan mereka sendiri. Kegagalan sejumlah oknum pimpinan KPK itu adalah mengelola sistem dan mengatur kelembagaan KPK berikut sumber daya manusianya.

"Sekarang mereka melempar bola ke presiden dengan alasan diserang sana-sini. Di mana serangannya? Karena ada revisi UU KPK? Apa yang salah dengan revisi? Mereka membangun narasi, seakan-akan revisi ini akan menghancurkan pemberantasan korupsi, kan nggak benar," kata Masinton.

"Revisi ini kan untuk mengatur, dan ini kan bukan tiba-tiba. Presiden juga bukan pengusul revisi. Presiden hanya merespons usulan dari DPR. Dan yang sudah diusulkan lama di DPR, itu pun terbatas. Revisi itu juga sudah menyampaikan poin-poinnya yang dijadikan deal pemerintah ke DPR. Jadi bagi kami, ini ada upaya kekacauan yang coba mereka ciptakan dalam agenda pemberantasan korupsi itu sendiri," beber Masinton.

Sebelumnya, Agus Rahardjo menyerahkan mandat pengelolaan lembaga antirasuah itu ke Presiden Joko Widodo.

"Oleh karena itu setelah kami mempertimbangkan situasi yang semakin genting, maka kami pimpinan sebagai penanggung jawab KPK dengan berat hati, kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK ke Bapak Presiden," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers, Jumat (13/8/2019).

Agus mengatakan, pimpinan KPK menunggu tanggapan Presiden apakah mereka masih dipercaya memimpin KPK hingga akhir Desember atau tidak.

"Mudah-mudahan kami diajak Bapak Presiden untuk menjawab kegelisahan ini. Jadi demikian yang kami sampaikan semoga bapak Presiden segera mengambil langkah penyelamatan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com